Game
Call of Duty memang dapat dikatakan hampir "realistis". Dalam game ini, terdapat berbagai strategi militer, baik itu penyerangan secara langsung ataupun infiltrasi yang ditampilkan. Oleh karena itu,
Call of Duty dapat dikatakan sebagai "simulasi perang sesungguhnya". Sebagai sebuah game komersial, tentu saja
Call of Duty dapat diakses oleh semua orang, termasuk para teroris. Paling tidak, begitu menurut harian asal Britania Raya,
The Sun.
Harian
The Sun melaporkan bahwa terdapata indikasi organisasi teroris kini sudah mulai menggunakan game-game bertema perang untuk melatih para anggotanya. Bahkan
The Sun juga mengatakan bahwa "sudah terdapat berbagai bukti bahwa calon-calon teroris menganggap game perang sebagai pelatihan, seperti halnya pilot menggunakan simulasi pesawat", walaupun tidak memberikan contoh buktinya. Bukan itu saja,
The Sun juga mengatakan bahwa dengan adanya mode multiplayer seperti pada game
Modern Warfare 3, digunakan para calon teroris ini untuk saling berkomunikasi.
The Sun mengatakan bahwa berbagai pesan "aneh" yang dikirimkan oleh beberapa pemain kemungkinan besar merupakan sebuah pesan rahasia kepada pemain lain yang juga seorang calon teroris.
Sebuah fakta menarik,
The Sun seringkali disangkal kebenaran dari berita-berita kontroversial mereka. Maka dari itu, kemungkinan besar kebenaran dari "asumsi"
The Sun ini juga patut diragukan.Jadi,pada saat Kotakers nanti login dan bermain multiplayer mode
Modern Warfare 3, tidak perlu takut atau mencurigai para pemain lain disana sebagai teroris.
(KotakGame)