Bos dari Valve, Gabe Newell mengatakan bahwa game MOBA
DOTA 2 akan menggunakan sistem bisnis
free-to-play (F2P), namun dengan sedikit kejutan. Seperti yang diberitakan oleh Polygon, Newell mengatakan bahwa saat ini ia sedang memikirkan bagaimana cara untuk membuat sebuah game yang akan dapat menguntungkan komunitas pemain karena telah memberikan kontribusi terhadap game tersebut. Newell mengatakan bahwa ia telah memainkan
DOTA 2 selama lebih dari 800 jam dan ia yakin beberapa pemain telah memainkannya lebih lama dari dirinya.
Maka dari itu, Newell mengatakan bahwa Valve ingin memberikan semacam "penghargaan" bagi para pemain loyalnya. Hal ini pernah diwujudkan pada game
Team Fortress 2 dimana pemain akan dapat membuat items sendiri, lalu menjualnya ke komunitas pemain melalui pelelangan. Newell juga mengatakan bahwa Valve tidak sebenarnya tidak membedakan komunitas pemain secara individu, karena menurutnya semua gamers adalah sebuah komunitas besar. Beberapa waktu yang lalu, Valve juga sempat melakukan event dimana para pemain
Team Fortress akan dapat menukarkan sebuah
cash item tertentu dengan batas harga tertentu untuk
copy digital game
Portal secara gratis.
Oleh karena itu, menurut Newell, Valve sedang mencari cara untuk memberikan timbal balik kepada komunitas pemain
DOTA 2. Kemungkinan besar menurut Newell adalah memberikan kebebasan bagi para pemain untuk mengkustomisasi para hero di
DOTA 2, tentunya dengan
cash item. Newell juga memastikan bahwa kustomisasi karakter tersebut akan lebih difokuskan ke kustomisasi kosmetik agar keseimbangan gameplay tetap terjaga.
(KotakGame)