Blizzard telah menyangkal bahwa mereka telah memberlakukan
banning terhadap para pemain
Diablo III yang menggunakan
operating system (OS) Linux. Namun memang kebetulan para pemain yang menggunakan Linux tersebut memang terbukti menggunakan
cheat dan bukan karena menggunakan Wine, program Linux untuk menjalankan program-program Windows.
Sebelumnya, seorang pemain
Diablo III yang menggunakan Linux menuliskan dalam
forum resmi Diablo III bahwa Blizzard telah mem-
banned para pengguna Linux untuk bermain
Diablo III. Beberapa pemain yang menggunakan Linux lalu membalas post tersebut dan mengatakan bahwa mereka juga terkena ban karena menggunakan Wine. Para pemain
Diablo III Linux ini lalu mengkaitkan masalah mereka terhadap salah satu
pernyataan Blizzard pada situs resmi
Diablo III yang mengatakan bahwa "Walaupun
Diablo III dapat dijalankan dengan menggunakan beberapa perangkat yang tidak didukung, namun hal tersebut dapat mengakibatkan
Diablo III tidak dapat diakses.
Blizzard pun akhirnya
merespon dengan menyatakan bahwa mereka telah mencoba untuk menjalankan
Diablo III dengan menggunakan sistem yang tidak didukung oleh
Diablo III (OS Linux dan program Wine) seperti yang dikatakan oleh para pemain yang telah terkena ban secara "tidak adil" dan tidak menemukan masalah apapun dalam menjalankan game tersebut. Blizzard lalu menyebutkan bahwa masalah tersebut muncul karena sistem
anti-cheat mereka telah mendeteksi bahwa para pengguna OS dan program yang tidak didukung tersebut secara positif telah menggunakan program ilegal, dalam kata lain
cheat. Memang beberapa sistem
anti-cheat untuk perangkat PC tidak dapat mendeteksi program
cheat yang dijalankan melalui OS lain selain Windows. Namun ternyata
anti-cheat milik Blizzard mampu melakukannya.
Para pengguna Linux yang telah terkena
ban pun meminta bukti yang menyatakan bahwa mereka telah menggunakan
cheat. Namun
Community Manager Diablo III, Micah "Bashiok" Micah Whipple mengatakan bahwa kebijakan perusahaan tidak memperbolehkan Blizzard untuk membicarakan akun para pelanggannya secara publik (dalam forum) selain secara pribadi dengan pemilik akun atau orangtua/wali pemilik akun tersebut. Bashiok mengatakan bahwa sebenarnya ia bisa saja memberitahukan kelakuan apa saja yang telah mereka (para pengguna Linux) lakukan sehingga terkena ban, namun Bashiok mengatakan bahwa ia tidak akan melakukan hal tersebut karena ia sangat menjunjung tinggi privasi dari para konsumen.
Dengan ini, jelas bahwa Blizzard telah memberlakukan
banning secara tepat dan bukan karena mereka menggunakan OS Linux.
(KotakGame)