Bos MLG: "Dominasi Korsel Membuat Event SC Tidak Menarik"

Semua pasti tidak akan menyangkal jika dikatakan bahwa pemain-pemain terbaik StarCraft berasal dari Korea Selatan. Maklum saja, game ini begitu populer sehingga melahirkan turnamen profesional di Korea Selatan sehingga sudah tidak mengherankan lagi jika pemain dari Korea Selatan memenangkan event internasional StarCraft. Namun CEO Major League Gaming (MLG), Sundance DiGiovanni mengatakan bahwa dominasi pemain Korsel pada event internasional membuat event tersebut menjadi kurang menarik.
Kepada Gamespot, DiGiovanni mengakui bahwa mereka "terpaksa" mengimplementasikan peraturan yang dibuat oleh Korean eSports Association (KeSPA) agat MLG bisa mendapatkan pengakuan secara global. Namun kini MLG sudah mulai mempunyai namanya sendiri, maka dari itu DiGiovanni ingin agar MLG juga diakui bukan hanya secara global, melainkan juga secara domestik secara regional.
Kompetisi regional saat ini, menurut DiGiovanni masih kalah jauh dibandingkan dengan kompetisi milik KeSPA. Maka dari itu, DiGiovanni ingin agar para pemain regional dapat terlebih dahulu meningkatkan kemampuan mereka, sehingga dapat membawa nama regional mereka ke tingkat internasional. KeSPA sendiri juga menyadari hal tersebut. Di satu sisi, menurut DiGiovanni, KeSPA tentu tidak ingin "mengalah" namun di sisi lain, KeSPA tidak ingin sisa dunia lain menarik perhatian mereka karena tidak adanya pemain dari negara lain.
Menurut DiGiovanni, sistem kompetisi yang ada saat ini, yaitu sistem double bracket, membuat para pemain favorit regional tidak dapat melaju terlalu jauh. Memang terdengar "tidak adil", setelah bertarung secara regional, para pemain internasional harus diadu lagi dengan para pemain Korsel. Pada akhirnya, menurut DiGiovanni, event tersebut hanya menjadi "ajang dominasi" para pemain Korsel, tanpa adanya pemain-pemain dari sisa dunia lain. Tentunya hal ini membuat kompetisi menjadi membosankan.
DiGiovanni mengatakan bahwa tidak hanya sistem double bracket saja yang harus dirbuah, namun juga sistem kompetisi regional, yang menurut DiGiovanni, masih di bawah standar. Oleh karena itu, menurut DiGiovanni, para pengelola kompetisi regional juga harus merubah cara mereka menjalankan kompetisi agar lebih kompetitif sehingga dapat memberikan lebih banyak kesempatan bagi para pemain tingkat regional untuk dapat bersaing.


Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline 021-98299724