NEWS

Fortnite Jadi Penyebab Utama dari Lebih 200 Kasus Perceraian

VolkanKaya   |   Minggu, 16 Sep 2018

Bermain video game memang merupakan aktivitas yang paling asyik untuk mengisi waktu luang, apalagi jika bisa dimainkan bersama lebih banyak orang dan teman. Namun jika melebihi batas wajar, terkadang gamer bisa dengan mudahnya lupa diri dan tidak memikirkan urusan di dunia nyata. Adiksi yang berat ini dapat merampas kehidupan banyak gamer, dan pasti akan selalu ada dampak buruk yang dirasakan. Setidaknya hal inilah yang dipicu oleh salah satu game Battle Royale terpopuler di pasaran saat ini, yang tidak lain adalah Fortnite.

Seiring melonjaknya popularitas game ini di seluruh dunia, jumlah pemain aktif yang berhasil tercatat juga ikut meningkat dan bahkan berhasil menarik perhatian kalangan tanpa latar belakang gamer. Karena adiksi yang berlebihan pada Fortnite, dampaknya ada lebih dari 200 kasus perceraian yang terjadi dan jumlahnya terus saja meningkat. Informasi ini dirangkum oleh Divorce Online, yang merupakan situs pengumpulan data kasus perceraian di Inggris.

Baca ini juga :

» [SPECIAL] Mengamati Persaingan Epic Games Store dengan Steam yang Semakin Memanas
» Ditunda Rilisnya di Steam, The Outer Worlds Akan Tersedia Eksklusif di Epic Games Store
» Channel YouTube Platform Game Dewasa 'Nutaku Games' Baru Saja Dimatikan
» Makin Moe, Inilah Perubahan Desain Karakter Anime Selama 10 Tahun Terakhir
» Kreator 'Dead Space' Ingin Membuat Seri Terbaru Gamenya

Berdasarkan informasi tambahan dari situs tersebut, 5 persen penyebab utama dari 4,665 perceraian di Inggris selama tahun 2018 ini bersumber dari Fortnite. Tentu saja data ini hanya mencakup wilayah Inggris, tapi hal itu tidak menutup kemungkinan kalau negara lain pasti juga memiliki kasus yang serupa dan bisa saja jauh lebih banyak. Belum lagi julah penduduk di Inggris juga jauh lebih sedikit dibandingkan dengan negara lain, misalnya saja seperti Amerika Serikat yang pasti memiliki basis pemain Fortnite lebih banyak.

Terlepas dari semua ini, pengaruh negatif apapun yang ditimbulkan dari video game tidak peduli baik besar maupun kecil tetap saja bergantung pada pemain. Keasyikan bermain game boleh saja, asalkan pola hidup juga harus dijaga dan tidak lari dari tanggung jawab khususnya jika gamer tersebut adalah kepala rumah tangga.

Sumber: New York Post

(KotakGame)

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru