




Indonesia kembali mengambil langkah tegas di jagat digital. Baru-baru ini, pemerintah Indonesia resmi menjadi yang pertama di dunia yang memblokir sementara Grok, chatbot kecerdasan buatan (AI) besutan Elon Musk. Keputusan ini dipicu oleh temuan penyalahgunaan teknologi tersebut yang mampu menghasilkan konten gambar asusila melalui platform X.
Langkah berani ini langsung menjadi sorotan media internasional seperti France24, CNBC International, hingga Al Jazeera. Berikut adalah poin-poin penting di balik kebijakan tersebut.
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa pemblokiran ini bukan tanpa alasan. Pemerintah menilai adanya pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, martabat, dan keamanan masyarakat di ruang digital.
Munculnya gambar-gambar deepfake yang tidak senonoh dianggap sebagai ancaman nyata, terutama karena teknologi ini dapat memanipulasi visual tanpa persetujuan korban.
Baca ini juga :
» ASUS NUC 16 Pro: Mini PC Copilot+ Bertenaga AI untuk Profesional Masa Kini
» AMD Luncurkan Ryzen AI Embedded P100 Series: Revolusi "Physical AI" dan Robotika Masa Depan
» Cara Lenovo Aura Edition Transformasi Hambatan Jadi Peluang Bisnis Lewat AI
» Komdigi Akan Batasi Akses Sosmed Anak Berusia Di Bawah Usia 16 Tahun
» IGRS Akhirnya Resmi Terintegrasi Dalam Steam
Meski xAI (perusahaan pengembang Grok) telah mencoba membatasi fitur pembuatan dan pengeditan gambar hanya untuk pelanggan berbayar (premium), langkah ini justru menuai kritik pedas dari berbagai pihak:
Untuk saat ini, akses terhadap Grok di Indonesia ditangguhkan sementara. Langkah ini merupakan bentuk perlindungan preventif agar teknologi AI tidak disalahgunakan untuk menyebarkan konten misoginis atau kekerasan seksual berbasis digital.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
ASUS NUC 16 Pro: Mini PC Copilot+ Bertenaga A...