NEWS

Review Film: Percy Jackson & The Lightning Thief

EstuPW   |   Rabu, 10 Feb 2010

Tahun 2010 adalah tahun yang penuh dengan keberuntungan, ucapan ini semata-mata bukan karena sebentar lagi kita akan merayakan tahun baru Imlek. Ucapan tadi lebih diperuntukkan bagi para maniak film, pasalnya di tahun 2010 ini kita akan kedatangan film-film berkualitas tinggi yang sudah dinanti-nantikan banyak orang dan salah satunya adalah Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief.

Film adaptasi dari novel karangan Rick Riordan ini menghadirkan aura yang berbeda dengan film-film adaptasi untuk remaja lainnya seperti Narnia, The Golden Compass atau Harry Potter. Percy Jackson menampilkan aura dan suasana yang lebih membumi, padahal cerita yang ada di dalamnya berhubungan dengan cerita dewa-dewa romawi kuno. Aura tersebut bisa tercapai karena gaya penggabungan imajinasi yang diterapkan oleh Rick Riordian tergolong tradisional, jadi ketimbang membuat dunia baru Rick justru menggabungkan negeri atau kehidupan dewa-dewi dengan dunia nyata dengan selaras. Jadi hampir mirip dengan cerita-cerita superhero dalam komik Amerika, mereka ada di sekitar kita guys.

Cerita The Lightning Thief berpusat pada seorang cowok tanggung bernama Percy Jackson (Logan Lerman). Sebenarnya tanpa diimbuhi cerita apapun karakter Percy Jackson tergolong karakter yang sangat unik. Untuk remaja seusianya, Percy sudah memiliki segudang masalah yang jarang dihadapi oleh orang lain. Percy divonis mengidap Dyslexia (learning disorder) dan ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder), kedua penyakit tersebut membuat Percy kesulitan dalam menangkap pelajaran di sekolahannya. Ibunya, Sally Jackson (Catherine Keener), menikah lagi dengan seorang pria pengangguran yang memiliki bau badan seperti sampah bernama Gabe (Joe Pantoliano). Kehidupannya Percy yang bisa dibilang mengerikan, berubah total saat dirinya diserang oleh guru bahasa Inggris yang berubah menjadi mahluk mengerikan. Sementara itu sebelum penyerangan tersebut berlangsung, dua orang pria bertemu di atas Empire State Building membicarakan tentang perang antar dewa dan senjata petir yang telah hilang. Kira-kira siapakah mereka? dan mengapa Percy diserang oleh Monster?

Itulah tadi rangkaian pembukaan dari film Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief dan seperti tradisi KotakGame dalam membahas film, pokok bahasan selanjutnya adalah kualitas dari film tersebut dari segala sisi. Jadi dengan membaca review yang kami suguhkan kamu akan memiliki referensi lengkap mengenai kualitas film tersebut.

Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief memiliki gaya bercerita yang gamblang dan mudah ditebak, tetapi hal tersebut tidak menjadi nilai minus film ini. Bagi yang pernah membaca novel seri Percy Jackson pasti merasakan banyak perbedaan di sana-sini, tetapi perbedaan-perbedaan tersebut tidaklah separah film adaptasi lainnya yang sampai mengubah cara bercerita atau menambahkan plot-plot yang tidak penting. Bisa dibilang Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief sangat straight dari novelnya. Yah, dengan sedikit penyesuaian di sana-sini tentunya. Jadi pada intinya kamu akan disuguhi sebuah tontonan ringan yang bobot ceritanya tidak terlalu berat tetapi tetap menarik untuk ditonton sampai habis.

Walaupun memiliki alur cerita yang menarik, Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief tampaknya terserang sindrom adaptasi buku pertama. Pasalnya film ini kami nilai kurang berhasil menyuguhkan kedalaman cerita masing-masing karakter yang terlibat di dalamnya. Tapi lagi-lagi hal tersebut bisa kami maklumi, lha wong namanya juga film, durasi dua jam enggak akan bisa disamakan dengan ratusan halaman buku novel.

Chris Colombus sebagai sang sutradara sangat selektif dalam memilih para aktor dan aktris yang berperan dalam film garapannya kali ini. Chris Colombus berharap kalau para aktor dan aktris tersebut akan tumbuh bersamaan dengan seri Percy Jackson yang akan diangkat ke layar lebar. Sepertinya langkah ini diambil demi menjamin kelanjutan seri film tersebut , soalnya sekuel The Lightning Thief yang berjudul The Sea of Monsters sudah diplot oleh Colombus akan dirilis pada tahun 2012. Jadi Logan Lerman, Brandon T. Jackson (Grover) dan Alexandra Daddario (Annabeth), bisa kita panggil sebagai trio Percy Jackson & the Olympians, sama seperti trio Daniel Radcliffe, Emma Watson, dan Rupert Grint yang kita kenal sebagai trio Harry Potter.

Kita bisa angkat topi untuk Kualitas gambar, pengaturan adegan, editing dan suara The Lightning Thief. Unsur-unsur yang tadi kami sebutkan digarap dengan sangat apik tanpa cela. Suara percakapan menyatu dengan sempurna dengan setiap adegan, tidak ada kerenggangan yang bisa menyebabkan sakit kepala bagi orang-orang yang memiliki telinga sensitif. Paling satu-satunya kelemahan dari unsur-unsur teknis yang kami sebutkan di atasa adalah efek 3D yang terasa setengah-setengah. Tampaknya Fox memberi Colombus budget yang mepet sehingga tidak bisa menyewa studio visualĀ  efek sekelas Industrial Light and Magic (ILM), atau jangan-jangan mereka sudah melakukannya tetapi hasilnya tetap buruk?

Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief adalah sebuah film keluarga yang bisa dinikmati semua orang. Kombinasi antara cerita yang ringan dan mudah dimengerti dengan aktor dan aktris muda yang cakep-cakep menjadikan The Lightning Thief sebagai film yang cocok untuk ditonton kapan saja apa lagi sebentar lagi hari Valentine nih, hehehe. Jadi tunggu apa lagi? Filmnya sudah nongol di bioskop-bioskop terdekat lho.

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline 021-98299724