NEWS

Demi Ciptakan Ekosistem yang Sehat, Ini yang Dilakukan Mobile Legends untuk Bebas dari Gamer "Bocah"

Master-Fakry   |   Rabu, 30 Aug 2017

Gamer Mobile Legends: Bang bang (ML) mungkin sudah tahu kalau Moonton selaku perusahaan yang menerbitkan Mobile Legends di Indonesia akan menggelar kompetisi internasional dengan prize pool atau total hadiah USD 100,000 atau sekitar IDR 1,3 miliar. Kamu tahu kenapa hadiahnya bisa gede banget begitu? Tentu saja karena Moonton mendapatkan pemasukan yang sangat besar dari penjualan di gamenya alias gamer ML ini sangat royal ke game yang dimainkannya.

Nah, itulah yang mau Kru KotGa bahas pada artikel ini. Dengan "sehat"nya pemasukan Mobile Legends ini maka Moonton pun bisa membuat ekosistem yang baik untuk pengembangan jangka panjang. Kamu lihat sendiri faktanya, belum genap setahun dirilis di Indonesia saja, Mobile Legends sudah kedatangan hero khas Indonesia, yakni Gatotkaca, si urat kawat tulang besi yang di game ini berguna sebagai tanker yang luar biasa kuat.

Salah satu langkah Moonton untuk membuat ekosistem yang berkualitas di Mobile Legends adalah dengan cara sengaja tidak memberikan hero secara gratis. Jadi, pemain harus rajin bermain untuk untuk mendapatkan Battle Point yang cukup untuk membeli hero yang diinginkan, atau jika ingin lebih cepat bisa membelinya dengan Diamond yang didapat dari pengisian kredit melalui pulsa atau gift card.

Baca ini juga :

» Oddete, Hero Pebalet Mage Terbaru Sang Putri Angsa di Mobile Legends
» Ini Dia Nama-Nama Dari Tim RRQ.O2 Yang Menjuarai Turnamen WOG di Pertandingan Mobile Legends
» 5 Cara Mengatasi Bermain Mobile Legends Tanpa Lag
» Setrum Musuhmu Dengan Menggunakan Eudora Di Mobile Legends
» [Diary Kru KotGa] 5 Tipe Hero Yang Harus Kalian Kuasai Saat Kalian Sudah Mencapai Ranking Epic

Keputusan tersebut juga menjadi seleksi alam bagi gamer supaya tidak asal-asalan dalam memilih hero yang digunakan dan secara tidak langsung membebaskan Mobile Legends dari gamer "bocah". Meski demikian, Moonton juga tidak matre-matre banget karena mereka tetap memberikan percobaan hero gratis bagi pemain yang belum memiliki poin untuk belanja hero yang memungkinkan pemain untuk memakai hero berbayar dalam permainan (kecuali di ranked match).

Apabila ekosistem yang sehat ini terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan fitur atau hero di Mobile Legends pun bertambah banyak, bahkan hadiah turnamen internasional Mobile Legends juga bertambah besar.

Kru Kotga ambil contoh dari game DOTA 2 yang prize pool pada dua penyelenggaraan awal The International (kejuaraan dunianya), masing-masing adalah USD 1,6 juta. Pada tahun ketiga The International, Valve selaku perusahaan di balik DOTA 2 ini mengeluarkan in-app purchase bernama Compendium yang memberikan pemiliknya beragam keuntungan. Uniknya, 25 persen dari hasil penjualan Compendium itu akan disisihkan sebagai tambahan prize pool dasar. Tanggapan gamer DOTA 2 terhadap Compendium ternyata sangat baik. Pada tahun pertama dikeluarkan, Compendium mampu membuat total prize pool pada The International 2013 jadi USD 2,874,380. Bahkan penjualan Compendium "Battle Pass" tahun ini mampu membuat prize pool The International 2017 menjadi USD 24,787,916.

Mungkin itu gambaran dari Kru Kotga mengenai ekosistem Mobile Legends jika bisa tetap bertahan dan terus berkembang seperti sekarang ini.

(KotakGame)

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru