NEWS

Highlight GESC DOTA 2 Indonesia Minor, Day 1: Divine Rapier + Dendi = Epic Comeback

ClockWorange   |   Minggu, 18 Mar 2018

Hari pembukaan GESC DOTA 2 Indonesia Minor sangatlah meriah keseruan, ketegangan, rasa penasaran, dan kebahagiaan semua menyatu di keramaian babak playoff GESC DOTA 2 Indonesia Minor Day1.

Natus Vincere vs Digital Chaos(Playoff Bo1)

Di match pembuka ini permainan kedua tim lebih berfokus dari segi item dan networth, Na'Vi yang memimpin lead networth lebih memilih bermain safe dan tidak melakukan clash yang bisa mengubah posisi networth karena format pertandingan Bo1 kesalahan fatal bisa sangat crucial. Dengan adanya Bane(LeBronDota) dan Lil(Elder Titan) dengan build Dagon untuk Burst Damage, Na'Vi memancing war di Roshan DC terpancing dan formasi mereka teracak-acak karena adanya Morphling yang melakukan dive kalah di war ini DC langsung menyatakan GG.

Rex Regum Qeon vs The Final Tribe(Playoff Bo1)

RRQ tim yang mewakili Indonesia di GESC ini, bermain sangat mengecewakan meskipun RRQ berhasil mengambil firstblood entah apa yang membuat permainan RRQ berubah drastis disini, miss play yang begitu banyak perbandingan networth yang semakin menjauh membuat mereka tak berkutik, TFT tak membiarkan mereka mendapatkan posisi farming yang bebas dan terus melakukan pushing beberapa kali Batrider(R7) memperlihatkan permainan cantik menculik pemain TFT yang tertinggal dan beberapa pertahanan di Tower T3 tapi ini rasanya sudah terlambat karena networth sangat jauh dan permainan berakhir di menit 35 dengan selisih networth 28k.

Baca ini juga :

» [SPECIAL] 10 Game Shooter Paling Populer di PC Saat Ini
» Digital Happiness Berikan Teaser DreadOut 2, Gunakan Unreal Engine 4!
» Senjata Baru PUBG Gantikan DMR yang Lama
» Nutaku Selenggarakan Turnamen Esports Khusus Game Dewasa Pertama di Dunia!
» [SPECIAL] 5 Alasan Kenapa Main ROS di PC Lebih Seru Dibandingkan Mobile

Natus Vincere vs Fnatic (Quarterfinals Bo3)

Match 1 - Na'Vi memimpin networth di awal permainan tapi Na'Vi berulang kali melakukan kesalahan di Roshan dengan maksud ingin mengakhiri permainan dengan cepat malah berujung berbalik dengan tujuan awalnya. Tidak hanya sekali dua kali tapi sampai tiga kali Aegis tercuri, kedua tim tidak mau mengalah permainan menjadi sangat complicated buyback menjadi sangat penting. Match 1 menjadi Roshan Gameplay berkali-kali kedua tim memperebutkan Roshan meskipun Fnatic lebih sering memenangkan war tapi setiap mereka memenangkan war Dragon Knight dan Death Prophet tidak memiliki ultimate, karena kedua hero ini sangat berpaku pada ultimatenya jadi Fnatic harus benar-benar memastikan hero-hero penting Na'Vi benar-benar sudah tidak ada di menit 78 dengan score 42 Na'Vi - 46 Fnatic permainan akhirnya berakhir dan Fnatic mengambil 1 poin di match pertama.

Match 2 - Gyrocopter (Crystallize) tak bisa dihentikan dengan adanya Omniknight (LeBronDota) dan Sniper (Dendi) Fnatic tidak bisa menembus ke dalam formasi Na'Vi, memimpin lead networth Na'Vi memenangkan match ini dengan mudah meskipun selisih score terbilang tidak terlalu jauh 22 Fnatic - 32 Na'Vi tapi karena Fnatic tidak bisa menyentuh Crystallize kemenangan sudah terlihat. Na'Vi mendapatkan poin di match kedua dengan ini akan pertandingan ketiga yang menjadi penentuan akhir tim yang masuk ke semifinal.

Match 3 - Match yang paling meriah dan menegangkan untuk para pendukung setia Na'Vi di GESC hari pertama Na'Vi kalah networth sangat jauh para penonton sudah putus asa dan melihat tidak adanya harapan yang tersisa. Namun, Na'Vi berkata lain mereka berhasil menahan push dari Fnatic berkali-kali dengan perbandingan networth yang sangat jauh meskipun Na'Vi bisa mempertahankan push dari Fnatic tapi setiap melakukan push barrack dan tower semakin melemah yang akhirnya Fnatic mengeluarkan mega creep di usaha pushing terakhirnya meskipun harus kehilangan 2 core penting dari Fnatic. Melihat kesempatan ini Na'Vi tidak hanya diam Lina(Dendi) memilih untuk terus berjuang dan segera membeli Divine Rapier dan langsung menuju ke tengah membiarkan barrack dan langsung menuju ke Throne, di detik-detik terakhir core Fnatic akan hidup, Na'Vi tidak peduli dengan hero lain hanya Throne yang dituju EPIC COMEBACK Na'Vi menang di menit 61 dengan presentasi kemenangan yang sangat kecil Na'Vi pantas maju ke babak semifinal.

The Final Tribute vs Infamous (Quarterfinals Bo3)

Match 1 - TFT memenangkan match 1 dengan permainan cepat Death Prophet(Era), Chen(Handsken), dan Juggernaut(Frost-Nox) match berakhir di menit 31 dengan score akhir 13 INF dan 36 TFT, INF tidak bisa melanjutkan permainan karena TFT terus menerus memberikan pressure. TFT berhasil mengambil 1 poin dimatch pertama ini.

Match 2 - Membalas kekalahan di match peratama Death Prophet(p4pita) dan Terrorblade(Minoz_) Infamous mengalahkan TFT walaupun terdapat Tinker(Era) yang memiliki defense sulit ditembus permainan berakhir di menit 46 dengan score akhir 34 INF - 29 TFT.

Match 3 - Lagi-lagi Epic Comeback tadi Na'Vi, kali ini INF vs TFT harus kalah networth dan score kill tapi tak disangka-sangka INF membalikkan keadaan dan memenangkan permainan di menit 42 dengan score akhir 20 INF - 31 TFT.

(KotakGame)

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru