Mini Feature

Prediksi, Seperti Apakah Masa Depan Franchise Final Fantasy?

oleh: VolkanKaya

Memulai debutnya sebagai salah satu franchise JRPG terbaik sepanjang masa, Final Fantasy sudah menjadi bagian dari perkembangan genre RPG yang sudah semakin mendunia. Tidak hanya menawarkan kualitas yang luar biasa di tiap serinya, banyak developer juga berhasil menciptakan sebuah game JRPG fenomenal yang mengambil inspirasi dari Final Fantasy. Sebuah pencapaian yang luar biasa dan menginspirasi tentunya, apalagi mengingat Final Fantasy dikembangkan sebagai game penyelamat finansial Square Soft yang hampir bangkrut pada waktu itu.

Walaupun sudah memasuki usia 30 tahun, saat dimana Final Fantasy memasuki masa puncak kejayaanya adalah pada tahun 1997 lalu, dimana Final Fantasy VII membuat sebuah dobrakan luar biasa sebagai JRPG yang tidak hanya solid dari kualitas secara keseluruhan, tapi juga implementasi kualitas grafis 3D pertama yang masih jarang digunakan pada saat itu. Memanfaatkan momentum tersebut, Square Soft kemudian merilis tiga seri kelanjutan Final Fantasy (VIII, IX, X) hanya dalam kurun yang berjarak satu atau dua tahun saja. Walaupun terkesan buru-buru, setiap serinya hadir dengan kualitas luar biasa dan berhasil menyempurnakan seri sebelumnya dari berbagai sisi.

Baca ini juga :

» Menguak Alasan Kenapa Square Enix Masih Melupakan Final Fantasy VIII
» 7 Rekomendasi Game PC Terbaik Minggu Ini
» Pengalaman Setelah Memainkan Early-Access Ragnarok Rush
» 7 Rekomendasi Game PC Terbaik Minggu Ini
» Evolusi Cloud Strife dari Masa ke Masa di Franchise Final Fantasy

Setidaknya pada saat itulah Square Enix yang masih bernama Square Soft mendapat kepercayaan penuh dari para fans. Tapi setelah mereka berusaha untuk merombak konsep yang benar-benar baru di seri Final Fantasy XIII, respon positif yang diharapkan sayangnya justru berakhir negatif. Ada banyak kekurangan yang dinilai membuat Final Fantasy XIII sangat buruk, beberapa diantaranya mulai dari jalan cerita linear, tidak adanya eksplorasi yang dalam, combat system yang membingungkan, hingga kualitas port yang buruk hanya sebagian dari beberapa alasan tersebut. Mengingat proses pengembangan gamenya yang memakan waktu cukup lama dan sangat diantisipasi, tidak heran tentunya jika game ini akan rawan dengan respon negatif di saat perilisannya.

Terlepas dari respon negatif yang didapat, Kru KotGa sebenarnya cukup puas dengan Final Fantasy XIII. Bukan seri Final Fantasy yang terbaik memang, tapi esensi dari sebuah game Final Fantasy uang sesungguhnya berhasil dijaga dengan sangat baik. Jalan cerita dan pembawaan tiap karakternya juga dibangun dengan solid, dan semua itu juga masih belum dihitung dari dua seri tambahan yang semakin menyempurnakan Final Fantasy XIII menjadi satu-satunya seri trilogi dalam franchise.

Mengamati Final Fantasy secara keseluruhan, Kru KotGa puas dengan semua proyek yang Square Enix khususkan untuk franchise ini. Hanya saja, Final Fantasy XV adalah penyebab utama kenapa franchise ini mulai memasuki masa terburuknya. Sekarang bayangkan saja, Final Fantasy XV yang sudah dikembangkan selama 10 tahun lamanya ternyata tidak menghadirkan esensi maupun kualitas yang sepadan dengan seri pendahulunya. Tidak hanya itu saja, Kru KotGa bahkan menamatkan game ini hanya dalam kurun waktu 20-an jam, dan jalan ceritanya pun masih dibagi dalam beberapa chapter yang cukup merusak unsur imersifnya.

Lalu, apa yang akan direncanakan Square Enix untuk franchise ini di masa mendatang? Jawabannya sendiri ada dua, yaitu antara membuat seri terbaru (XVI) atau kembali mengembangkan proyek remake dari seri terdahulu. Saat ini Squara Enix memang tengah disibukkan dengan Final Fantasy VII Remake yang mungkin baru akan dirilis setelah tahun 2020. Karena tenaga dan biaya produksi yang besar dibutuhkan untuk mengembangkan seri terbaru, Square Enix sepertinya ingin mengeksplor seri lainnya sebelum berganti generasi. Selain Final Fantasy VII Remake, ada kemungkinan kalau Final Fantasy XIII akan kembali dirilis untuk konsol next-gen dalam format bundle. Namun karena respon negatif yang didapat seri ketiga belasnya ini, tentu saja merilis ulang gamenya bukan ide terbaik.

Ditengah gelombang rasa penasaran yang dialami para fans, Kru KotGa mungkin bisa menebak salah satu proyek Final Fantasy lain yang nantinya akan dikerjakan. Proyek tersebut adalah Final Fantasy Type-Next atau Type-1, yang tidak lain adalah kelanjutan dari Final Fantasy Type-0. Proyek ini sempat dikonfirmasi melalui teaser singkat yang memperlihatkan Ace (Karakter utama Type-0) dengan pakaian layaknya seorang samurai. Ada juga latar belakang kota Tokyo, yang tentunya menimbulkan spekulasi mengenai setting dunia nyata atau konsep menembus dimensi yang dilakukan Gilgamesh. Tentu saja semua tebakan ini masih sebatasu spekulasi, jadi semoga saja Square Enix dapat merubah cara kerja mereka dan kembali memperbaiki nama besar Final Fantasy yang terlihat mulai melemah.

(KotakGame)

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline 021-98299724
rekomendasi terbaru



Latest feature

[Diary Kru KotGa] Kilas B...

Patch 7.19b sudah berakhir. 7.19b juga dinobatkan sebagai patch y...

5 Fakta Unik Superhero Ma...

Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap DC, Vertigo, serta beberapa...

10 Aktor Mandarin Yang To...

Selain sinetron serta tentunya film dan seri televisi Hollywood, ...

Most Popular Feature