NEWS

Seorang Profesor Menggunakan GTA V untuk Menunjukkan Kekerasan Senjata Api di USA

Salinolino   |   Rabu, 11 Jul 2018

Masalah tentang kekerasan senjata api menjadi topik pembicaraan yang cukup intens di Amerika belakangan ini. Dan kadang video game disangkut-pautkan menjadi biang masalah bukan dikarenakan kekerasan senjata api saja, tetapi kekerasan dalam general.

Tetapi alih-alih mencoba menghubungkan video game dengan kekerasan, seorang profesor menggunakan video game, yaitu game yang cukup kontroversial yang pernah ada, Grand Theft Auto V untuk mendemonstrasikan kekerasan senjata api di Amerika.

Joseph Delappe, seorang profesor dan artis di Universitas Albertay di Skotlandia, meluncurkan sebuah video pada awal pekan ini yang berjudul "Elegy: GTA USA Gun Homicides."

Baca ini juga :

» Ini Dia, Penampakan Perdana Kenshin dan Shishio dalam Jump Force!
» Update Besar DOTA 7.20! Kaya + Sange = Best Item?
» [SPECIAL] Support Tapi DPS? Ini Dia Build Battle Priest Paling GG!
» Dapatkan Boneka Poring Imut! Ikuti Event GOC Bagi-Bagi Boneka Poring Setiap Hari!
» Rincian Lengkap Acara Crossfire Stars 2018

Watch live video from josephdelappe on www.twitch.tv
Bekerja sama dengan Albert Elwin dan James Wood, Elegy: GTA USA Gun Homicides adalah GTA 5 itu sendiri yang memvisualisasikan korban-korban kekerasan senjata api dari 1 Januari 2018. Dengan kata lain, proyek ini mengambil korban pembunuhan di Amerika.

Setiap harinya game akan terreset dan menggunakan data baru yang telah diperbaharui di Gun Violence Archive, yang berarti setiap hari data baru akan ditambahkan pada jumlah pembunuhan dan diwakilkan dalam game.

Program ini dimulai pada 4 Juli 2018 dan rencananya akan berjalan hingga 4 Juli 2019.

Pada saat artikel ini di tulis, ada 100 orang yang sedang menyaksikan, 11.516 total penonton, dan 4.178 kematian sejak 1 Januari.

(KotakGame)

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru