Mini Feature

Apakah Episode Filler Penting Dalam Sebuah Serial Anime?

oleh: Culdesacc

Para penonton anime pasti sangat familiar dengan kata 'Episode Filler', dimana episode tersebut merupakan episode tambahan yang tidak memiliki kesinambungan atau korelasi dengan sebuah serial anime. Banyak fans menganggap episode filler adalah hal yang tak penting dan hanya mengulur waktu sampai ceritanya sampai ke manga, namun tak banyak yang mengetahui kalau filler juga bisa mengisi kekosongan dalam sebuah anime.

Baca ini juga :

» [Diary Kru KotGa] 2019, Tahun Dimana Anime Bleach Akan Kembali?
» Benarkah Fanservice Menjadi Resep Kesuksesan Sebuah Anime?
» 7 Anime yang Wajib Kalian Tonton Season Ini!
» 7 Game PC Terbaik yang Diadaptasi dari Anime Terkenal
» [Diary Kru KotGa] Semakin Banyak Studio Animasi Bangkrut, Umur Anime Tinggal Hitung Jari?

Episode filler biasanya dibuat karena sebuah anime harus menunggu dulu sampai akhirnya manga dapat melanjutkan ceritanya. Pace anime biasanya lebih cepat dari manga, karena itu anime episode filler harus dibuat demi mengimbangi cerita yang dihadirkan oleh sebuah manga. Tak jarang, sebuah filler membuat sebuah 'teori' sendiri dalam penggunaan sebuah elemen dalam anime karena hal tersebut memang belum dijelaskan dalam manganya.

Contoh yang paling dianggap mengganggu adalah Naruto yang bisa melempar Rasengan miliknya di Bikochu Arc, padahal belum dijelaskan bahwa Rasengan tak bisa dilempar dengan mudah karena membutuhkan konsentrasi kontrol chakra yang tinggi. Naruto juga menjadi salah satu anime yang sering diejek karena jumlah episode filler yang terlalu banyak (memakan satu tahun lebih untuk sebuah filler) dan tambahan-tambahan dari episode tersebut biasanya tidak penting dan tidak memiliki korelasi terhadap ceritanya sendiri.

Terlebih lagi, episode filler juga dapat menyebabkan sebuah anime ditamatkan sebelum anime tersebut seharusnya tamat. Salah satu contoh yang tak banyak orang tahu adalah Rurouni Kenshin (Samurai X), dimana setelah melawan Shishio, sisa episode yang diceritakan adalah kisah filler yang tak memiliki hubungan dengan manganya. Karena cerita dalam filler terlalu berbelit-belit dan membosankan, akhirnya anime Rurouni Kenshin ditamatkan dan berlanjut ke OVA.

Namun, tak semua episode filler juga bisa dianggap sebagai tambahan yang buruk. Seperti contohnya filler dalam anime Dragon Ball Z, dimana episode filler menjadi suatu episode ringan seperti misal Goku dan Piccolo yang belajar menyetir mobil demi mendapatkan SIM, atau beberapa episode lainnya dimana Goku harus bertarung dengan petarung-petarung lama yang telah ia kalahkan sebelumnya.

Contoh terbaik untuk anime filler adalah serial Gintama, dimana para sutradara dapat memasukkan episode filler dengan baik tanpa dirasa mengganggu keseluruhan cerita. Hal ini juga dibantu dengan anime Gintama sendiri yang pacenya memang terkesan 'lompat-lompat' karena anime tersebut termasuk dalam genre komedi. Bahkan, episode 'perdana' dari Gintama sendiri merupakan episode filler yang tak penting, dan anime tersebut dimulai dari episode ketiganya.

Menurut Kotakers sendiri, apakah episode filler merupakan tambahan yang nggak penting? Atau bisa menjadi episode yang bagus apabila diurus dengan benar? Langsung komentar dibawah, ya!

(KotakGame)
Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline 021-98299724
rekomendasi terbaru



Latest feature

10 Rekomendasi Game Andro...

Seperti biasa, kru KotGa akan memberikan rekomendasi game mobile ...

Auto Ngibrit! Ini Dia Ami...

Setelah kemarin kita membahas tentang hero Ritcher, hero Warior y...

Nyobain Fitur 'AiMesh' da...

Nah, pada artikel ini kru KotGa akan mencicipi fitur AiMesh dari ...

Most Popular Feature