Akhir Nopember lalu, di Korea Selatan telah berlangsung sebuah pagelaran akbar bagi dunia game online. Yup, benar! Acara tersebut adalah Gstar 2009! Acara ini berlangsung dari tanggal 26 sampai dengan 29 November 2009 lalu. Bagi KotakGame sendiri, acara ini menjadi sebuah momen spesial. Mengapa demikian? Hal ini tak lain adalah karena KotakGame menjadi media game Indonesia
satu-satunya yang diundang secara resmi untuk meliput acara tersebut. Artinya, meskipun usia KotakGame masih terbilang sangat muda, media ini sudah diakui langsung oleh para pelaku industri game luar negeri. Hebat enggak tuh? Ayo tepuk tangan dulu buat Kotga dong!
Untuk meliput acara tersebut, saya berangkat dari Jakarta pada hari Selasa 24 November 2009 jam 10.00 WIB. Tanpa ada suatu aral rintangan, pesawat saya mendarat di bandara Incheon, Seoul pada hari Rabu tanggal 25 November 2009 jam 6.30 waktu setempat. Saat mendarat, cuaca terlihat cukup cerah, tapi yang membuat saya cukup kaget adalah suhunya, 6 derajat celcius bung! Maklumlah, di sini memang sudah mulai memasuki musim dingin.
Setelah mengambil bagasi, saya sempatkan diri untuk mencari booth khusus Gstar di bandara. Sayangnya, setelah saya berhasil menemukan booth nomor 5 milik Gstar, belum terlihat adanya orang yang berjaga di booth tersebut. Hehehe, mungkin ini gara-gara KotGa yang datang kepagian kali ya? Jadinya saya pun melanjutkan mengurus boarding pass, karena dari sini saya masih harus meneruskan perjalanan dengan pesawat ke kota Busan di mana Gstar 2009 diadakan. Setelah urusan boarding pass selesai, saya menyempatkan diri membeli segelas Pure Blended Ice Chocolate di Coffee Bean. Hmm, harganya ternyata hampir dua kali lipat lebih mahal daripada di Jakarta (belakangan saya menyadari bahwa hal tersebut berlaku untuk hampir setiap jenis makanan dan minuman). Tapi ya mau bagaimana lagi? Sebagai orang yang telah terbiasa mengkonsumsi banyak air minum, menghabiskan waktu 7 jam perjalanan antara Jakarta – Seoul hanya dengan 3 gelas kecil air minum terbukti cukup menyiksa. Lebih gilanya lagi, hal tersebut dijadikan curhat colongan saya di artikel ini! Hehehe...

Sebelum memasuki area boarding, sekali lagi saya menjalani pemeriksaan. Kali ini pemeriksaan dilakukan dengan lebih ketat karena para penumpang diharuskan mengeluarkan barang – barang elektronik dari tas, termasuk laptop dan kamera digital. Well, ngeluarinnya sih enggak susah, tapi memasukkan kembali laptop ke dalam tas saya cukup sulit karena sesaknya isi tas. Untungnya, petugas pemeriksa yang melihat saya mengalami kesulitan dengan cekatan segera ikut membantu dan isi tas saya kembali rapih dan aman. Ahh, terima kasih ya pak!
Di ruang tunggu, saya sempat bertemu dan menyapa Eva Muliawati, Managing Director PT Megaxus Infotech. Ternyata kami sedang menunggu pesawat yang sama dan bahkan mendapatkan tempat duduk di deretan yang sama. Perjalanan menuju Busan tidak memakan waktu lama, hanya satu jam saja. Di Busan, saya sudah ditunggu oleh CK dari Kocca (Korea Creative Content Agency), penyelenggara acara akbar ini. Rupanya CK mendapat tugas menjemput dan mengantarkan saya ke Haeundae Grand Hotel, tempat saya menginap selama meliput acara Gstar 2009.Yang cukup mengejutkan saya, acara ini tampaknya benar-benar dipromosikan secara besar-besaran. Terbukti dengan begitu banyaknya poster dan umbul-umbul Gstar di berbagai tempat di kota Busan.

Sepanjang siang, acara saya masih cukup kosong sehingga saya menyempatkan diri untuk berjalan-jalan di sekitar area hotel dan tentunya menyiapkan stok air minum dalam jumlah yang cukup banyak, hehehe. Menjelang sore, saya mulai menyiapkan diri untuk menghadiri acara resepsi sekaligus pembukaan Gstar 2009. Acara tersebut diadakan di Grand Ballroom Hotel Paradise, Busan. Meskipun sebagian besar undangan yang hadir dalam acara tersebut berasal dari Korea sendiri, ternyata cukup banyak yang berasal dari negara – negara lain seperti China, Philipina, Thailand, Malaysia, Singapura, Amerika dan juga beberapa negara Eropa.
Acara dibuka dengan kata sambutan dari Walikota Busan, Hur Nam Sik dan dilanjutkan oleh CEO dari Kocca. Setelah itu, giliran CEO Mgame yang mengajak para tamu yang hadir untuk melakukan toast demi kesuksesan acara Gstar 2009 dan kemajuan industri game online dunia dan Korea pada khususnya. Saat menikmati hidangan makan malam, para tamu disuguhi sebuah hiburan dari Bubble Artist. Dia adalah seorang penghibur Korea yang mengkhususkan diri pada atraksi pembuatan berbagai bentuk gelembung sabun. Harus diakui, atraksi Bubble Artist ini sangat menghibur karena ternyata dia mampu menciptakan berbagai bentuk gelembung yang indah hanya dengan bermodalkan air sabun dan beberapa alat bantu sederhana. Tak lama kemudian acara resepsi ini berakhir dan saya pun kembali ke hotel untuk beristirahat dan menyiapkan diri untuk memulai liputan esok harinya.
LIHAT LIPUTAN LAINNYA DI SINI