Polarisasi
Sebelum melangkah lebih jauh ke sistem polarisasi ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan polarisasi cahaya. Begini, pada dasarnya cahaya adalah gelombang elektromagnetik sehingga cahaya memiliki medan listrik dan medan magnet. Kedua gelombang tersebut saling berosilasi (memiliki periodik tertentu) dan saling tegak lurus satu sama lain, serta tegak lurus terhadap arah rambatan (lihat gambar).

Cahaya
Cahaya juga dikategorikan sebagai gelombang transversal yang berarti bahwa cahaya merambat tegak lurus terhadap arah osilasinya. Adapun syaratnya adalah bahwa gelombang tersebut mempunyai arah ossilasi tegak lurus terhadap bidang rambatannya. Gelombang bunyi, berbeda dengan gelombang cahaya, tidak dapat terpolarisasi sehingga dia bukan gelombang transversal. Suatu cahaya dikatakan terpolarisasi apabila cahaya itu bergerak merambat ke arah tertentu. Arah polarisasi gelombang ini dicirikan oleh arah vektor bidang medan listrik gelombang tersebut serta arah vektor bidang medan magnetnya.

Bagaimana Cara Polarisasi Bekerja
Nah, setelah mengerti apa itu arti polarisasi maka proses menjelaskan sistem polarisasi pada teknologi 3D jadi sedikit lebih mudah. Pada intinya polarisasi adalah sebuah sistem untuk mengarahkan sebuah spektrum cahaya ke titik tertentu dan membuang spektrum lain yang tidak diinginkan. Lagi-lagi proses tersebut mirip dengan
anaglyph image, bedanya pada sistem polarisasi mata kanan dan mata kiri disuguhi dengan dua gambar berbeda yang akan menyatu saat kita mengenakan kacamata dengan filter polarisasi.
Teknologi 3D yang mengaplikasikan sistem polarisasi ini disebut dengan RealD Cinema. Ciri-ciri bioskop yang memakai teknologi RealD adalah, layar proyektor yang menggunakan warna perak sehingga layar protektor bisa memantulkan spektrum warna yang dimaksud dengan benar. Kelebihan utama dari teknologi RealD adalah biaya pembuatan kacamata yang relatif murah.
Untuk proyektornya RealD Inc menggandeng SONY untuk membuat proyektor RealD yang disebut sebagai RealD XLS dengan resolusi 4K (4096×2160). Dari resolusi 4K tersebut akan dipecah menjadi dua frame yang dimainkan bersamaan dengan resolusi 2K (2048×858).

RealD
Tampaknya teknologi RealD akan semakin terjangkau dan murah, perkiraan ini muncul karena semakin populernya teknologi 3D dan menjamurnya bioskop-bioskop dengan teknologi 3D. Perkiraan tadi masih diimbuhi dengan kesuksesan Thomson Technicolor mengembangkan sebuah adaptor RealD yang bisa langsung dipasangkan dengan kamera 35mm yang banyak dipakai di bioskop-bioskop.
Oh iya. Kalau kamu ingin melihat contoh sehari-hari metode polarisasi cobalah pergi ke toko alat-alat optik yang menjual kacamata hitam dengan filter polarisasi. Nantinya dengan kacamata berpolarisasi tersebut kamu bisa melihat isi sungai/lautan tanpa terganggu pantulan sinar matahari atau melintasi jalanan tanpa terganggu fatamorgana.
Metode Eclipse
Biasanya saat kita menonton film mata kanan dan kiri akan mendapatkan satu frame yang sama, hal ini tidak berlaku pada metode
eclipse. Metode eclipse memanfaatkan konsep
alternate frame sequencing di mana mata kiri dan kanan akan mendapatkan
frame yang berbeda dari sebuah adegan. Pengaturan mata mana yang melihat sebuah
frame diatur melalui gelap terang lensa kacamata.
Bila lensa kiri sedang mendapatkan giliran melihat sebuah frame maka lensa kanan akan meredup. Untuk mendaptakan pergantian antara gelap dan terang sebuah kacamata 3D
eclipse diisi dengan
LCD shutter glasses yang akan tersinkronisasi dengan tampilan yang ada layar (biasanya melalui transmisi
wireless atau
bluetooth).