#1  
Old 05-15-2009, 02:02 PM
Renamon Renamon is offline
[Banned Permanent]
 
Join Date: Nov 2008
Location: Somewhere in This world
Posts: 7,614
Renamon is on a distinguished road
Send a message via Yahoo to Renamon
Default Ramalan jayabaya

Ramalan Jayabaya, Ratu Adil, dan Zaman Keemasan Indonesia.


RAMALAN JAYABAYA, adalah ramalan tentang keadaan Nusantara di suatu masa di masa datang. Dalam Ramalan Jayabaya itu dikatakan, akan datang satu masa penuh bencana.

Gunung-gunung akan meletus, bumi berguncang-guncang, laut dan sungai, akan meluap. Ini akan menjadi masa penuh penderitaan. Masa kesewenang-wenangan dan ketidakpedulian. Masa orang-orang licik berkuasa, dan orang-orang baik akan tertindas. Tapi, setelah masa yang paling berat itu, akan datang jaman baru, jaman yang penuh kemegahan dan kemuliaan. Zaman Keemasan Nusantara. Dan jaman baru itu akan datang setelah datangnya sang Ratu Adil, atau Satria Piningit.

Ramalan Jayabaya ditulis ratusan tahun yang lalu, oleh seorang raja yang adil dan bijaksana di Mataram. Raja itu bernama Prabu Jayabaya (1135-1159). Ramalannya kelihatannya begitu mengena dan bahkan masih diperhatikan banyak orang ratusan tahun setelah kematiannya. Bung Karno pun juga merasa perlu berkomentar tentang ramalan ini.

“Tuan-tuan Hakim, apakah sebabnya rakyat senantiasa percaya dan menunggu-nunggu datangnya “Ratu Adil”, apakah sebabnya sabda Prabu Jayabaya sampai hari ini masih terus menyalakan harapan rakyat ? Tak lain ialah karena hati rakyat yang menangis itu, tak habis-habisnya menunggu-nunggu, mengharap-harapkan datangnya pertolongan. Sebagaimana orang yang dalam kegelapan, tak berhenti-berhentinya menunggu-nunggu dan mengharap-harap “Kapan, kapankah Matahari terbit?”.

Sukarno, 1930, Indonesia Menggugat

Ramalan Jayabaya ini memang lumayan fenomenal, banyak ramalannya yang bisa ditafsirkan “mirip” keadaan sekarang. Diantaranya :

1. Datangnya bangsa berkulit pucat yang membawa tongkat yang bisa membunuh dari jauh dan bangsa berkulit kuning dari Utara ( jaman penjajahan ).

2. “kreto mlaku tampo jaran”, “Prau mlaku ing nduwur awang-awang”, kereta tanpa kuda dan perahu yang berlayar di atas awan (mobil dan pesawat terbang?)

3. Datangnya jaman penuh bencana di Nusantara (Lindu ping pitu sedino, lemah bengkah, Pagebluk rupo-rupo, gempa 7 x sehari, tanah pecah merekah, bencana macam-macam.

4. Dan ia bahkan (mungkin) juga meramalkan global warming, “Akeh udan salah mongso”, datangnya masa dimana hujan salah musim.

Nah, naik turunnya peradaban sebenarnya sudah banyak dianalisis, bahkan sejak ratusan tahun lalu. Diantaranya oleh Ibnu Khaldun (Muqaddimah, 1337, Wikipedia : Ibn Khaldun), Gibbon (Decline and Fall, 1776), Toynbee (A Study of History), atau Jared Diamond. Intinya sederhana. Manusia atau bangsa, bisa berubah. Manusia bisa lupa, dan sebaliknya juga bisa belajar. Bangsa bisa bangkit, hancur, dan bisa juga bangkit lagi.

Bagaimana dengan Satria Piningit ?
Banyak juga teori tentang manusia-manusia istimewa yang datang membawa perubahan. Di dunia, orang-orang itu sering disebut “Promethean”, diambil dari nama dewa Yunani Prometheus yang memberikan api (pencerahan) pada manusia. Toynbee menamakannya Creative Minorities. Tapi mereka bukan sekedar “manusia-manusia ajaib”, melainkan orang-orang yang memiliki kekuatan dahsyat, yaitu kekuatan ilmu, dan kecintaan pada bangsanya, sesama manusia, dan pada Tuhannya. Lihat misalnya berapa banyak hadis Nabi ******** tentang pentingnya ilmu. Dan perhatikan lanjutan pidato Bung Karno ini :

“Selama kaum intelek Bumiputra belum bisa mengemukakan keberatan-keberatan bangsanya, maka perbuatan-perbuatan yang mendahsyatkan itu (pemberontakan) adalah pelaksanaan yang sewajarnya dari kemarahan-kemarahan yang disimpan … terhadap usaha bodoh memerintah rakyat dengan tidak memperhatikan dengan sungguh-sungguh keinginan-keinginan dan kepentingan-kepentingan mereka…”


Satria piningit, adalah orang-orang yang peduli pada bangsanya, berilmu tinggi, dan telah memutuskan untuk berbuat sesuatu. Merekalah, dan hanya merekalah yang bisa melawan kehancuran, dan akhirnya membangkitkan peradaban.

Di jaman kegelapan, selalu ada saja orang yang belajar. Diantara banyak orang lupa, selalu ada saja orang baik. Bahkan walau cuma satu orang. Kadang, kerusakan itu justru membakar jiwanya untuk berbuat sesuatu. Belajar, Berjuang, Berkorban. Seperti Nabi ******** yang melihat bangsanya hancur, atau Sukarno yang melihat bangsanya diinjak-injak. Mereka lalu berjuang menyelamatkan bangsanya. Promethean, Ratu Adil yang mendatangkan zaman kebaikan.

Ramalan Jayabaya mungkin bisa dipahami secara ilmiah, bahwa manusia dan peradaban memang selalu bisa bangkit, hancur, dan bangkit lagi. Dan mungkin karena Jayabaya menyadari manusia bisa lupa, dia sengaja menulis ini sebagai peringatan agar manusia tidak lupa. Dan itulah satu tanda kearifan sang Prabu Jayabaya.

Mungkin, ini juga dorongan pada manusia agar selalu berbesar hati, optimis. Bahwa di saat yang paling berat sekalipun, suatu hari akhirnya akan datang juga Masa Kesadaran, Masa Kebangkitan Besar, Masa Keemasan Nusantara.

Percaya atau tidak ? Anda tidak perlu percaya, tidak perlu tidak percaya. Bagaimanapun ini adalah cerita yang penuh pesan. Belipit, Ornot.

Reply With Quote
  #2  
Old 05-16-2009, 08:59 PM
ulquiorraespada's Avatar
ulquiorraespada ulquiorraespada is offline
Foot Soldier
 
Join Date: Nov 2008
Location: Wherever i want, Wherever i need
Posts: 580
ulquiorraespada is on a distinguished road
Default

gw lanjutin ya gan

1. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --- Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.

2. Tanah Jawa kalungan wesi --- Pulau Jawa berkalung besi.

3. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --- Perahu berjalan di angkasa.

4. Kali ilang kedhunge --- Sungai kehilangan mata air.

5. Pasar ilang kumandhang --- Pasar kehilangan suara.

6. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --- Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.

7. Bumi saya suwe saya mengkeret --- Bumi semakin lama semakin mengerut.

8. Sekilan bumi dipajeki --- Sejengkal tanah dikenai pajak.

9. Jaran doyan mangan sambel --- Kuda suka makan sambal.

10. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --- Orang perempuan berpakaian lelaki.

11. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--- Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik

12. Akeh janji ora ditetepi --- Banyak janji tidak ditepati.

13. Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--- Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.

* Manungsa padha seneng nyalah--- Orang-orang saling lempar kesalahan.

14. Ora ngendahake hukum Allah--- Tak peduli akan hukum Allah.

15. Barang jahat diangkat-angkat--- Yang jahat dijunjung-junjung.

16. Barang suci dibenci--- Yang suci (justru) dibenci.

17. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--- Banyak orang hanya mementingkan uang.

18. Lali kamanungsan--- Lupa jati kemanusiaan.

19. Lali kabecikan--- Lupa hikmah kebaikan.

20. Lali sanak lali kadang--- Lupa sanak lupa saudara.

21. Akeh bapa lali anak--- Banyak ayah lupa anak.

22. Akeh anak wani nglawan ibu--- Banyak anak berani melawan ibu.

23. Nantang bapa--- Menantang ayah.

24. Sedulur padha cidra--- Saudara dan saudara saling khianat.

25. Kulawarga padha curiga--- Keluarga saling curiga.

26. Kanca dadi mungsuh --- Kawan menjadi lawan.

27. Akeh manungsa lali asale --- Banyak orang lupa asal-usul.

28. Ukuman Ratu ora adil --- Hukuman Raja tidak adil

29. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--- Banyak pejabat jahat dan ganjil

30. Akeh kelakuan sing ganjil --- Banyak ulah-tabiat ganjil

31. Wong apik-apik padha kapencil --- Orang yang baik justru tersisih.

32. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --- Banyak orang kerja halal justru merasa malu.

33. Luwih utama ngapusi --- Lebih mengutamakan menipu.

34. Wegah nyambut gawe --- Malas untuk bekerja.

35. Kepingin urip mewah --- Inginnya hidup mewah.

36. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka --- Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.

37. Wong bener thenger-thenger --- Orang (yang) benar termangu-mangu.

38. Wong salah bungah --- Orang (yang) salah gembira ria.

39. Wong apik ditampik-tampik--- Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong).

40. Wong jahat munggah pangkat--- Orang (yang) jahat naik pangkat.

41. Wong agung kasinggung--- Orang (yang) mulia dilecehkan

42. Wong ala kapuja--- Orang (yang) jahat dipuji-puji.

43. Wong wadon ilang kawirangane--- perempuan hilang malu.

44. Wong lanang ilang kaprawirane--- Laki-laki hilang perwira/kejantanan

45. Akeh wong lanang ora duwe bojo--- Banyak laki-laki tak mau beristri.

46. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--- Banyak perempuan ingkar pada suami.

47. Akeh ibu padha ngedol anake--- Banyak ibu menjual anak.

48. Akeh wong wadon ngedol awake--- Banyak perempuan menjual diri.

49. Akeh wong ijol bebojo--- Banyak orang tukar istri/suami.

50. Wong wadon nunggang jaran--- Perempuan menunggang kuda.

51. Wong lanang linggih plangki--- Laki-laki naik tandu.

52. Randha seuang loro--- Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).

53. Prawan seaga lima--- Lima perawan lima picis.

54. Dhudha pincang laku sembilan uang--- Duda pincang laku sembilan uang.

55. Akeh wong ngedol ngelmu--- Banyak orang berdagang ilmu.

56. Akeh wong ngaku-aku--- Banyak orang mengaku diri.

57. Njabane putih njerone dhadhu--- Di luar putih di dalam jingga.

58. Ngakune suci, nanging sucine palsu--- Mengaku suci, tapi palsu belaka.

59. Akeh bujuk akeh lojo--- Banyak tipu banyak muslihat.

60. Akeh udan salah mangsa--- Banyak hujan salah musim.

61. Akeh prawan tuwa--- Banyak perawan tua.

62. Akeh randha nglairake anak--- Banyak janda melahirkan bayi.

63. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--- Banyak anak lahir mencari bapaknya.

64. Agama akeh sing nantang--- Agama banyak ditentang.

65. Prikamanungsan saya ilang--- Perikemanusiaan semakin hilang.

66. Omah suci dibenci--- Rumah suci dijauhi.

67. Omah ala saya dipuja--- Rumah maksiat makin dipuja.

68. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--- Perempuan lacur dimana-mana.

69. Akeh laknat--- Banyak kutukan

70. Akeh pengkianat--- Banyak pengkhianat.

71. Anak mangan bapak---Anak makan bapak.

72. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.

73. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan.

74. Guru disatru---Guru dimusuhi.

75. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga.

76. Kana-kene saya angkara murka --- Angkara murka semakin menjadi-jadi.

77. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban.

78. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan.

79. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang.

80. Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor---Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.

81. Akeh wong becik saya sengsara--- Banyak orang baik makin sengsara.

82. Wong jahat saya seneng--- Sedang yang jahat makin bahagia.

83. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--- Ketika itu burung gagak dibilang bangau.

84. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar.

85. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat.

86. Durjana saya sempurna--- Durjana semakin sempurna.

87. Wong jahat munggah pangkat--- Orang jahat naik pangkat.

88. Wong lugu kebelenggu--- Orang yang lugu dibelenggu.

89. Wong mulya dikunjara--- Orang yang mulia dipenjara.

90. Sing curang garang--- Yang curang berkuasa.

91. Sing jujur kojur--- Yang jujur sengsara.

92. Pedagang akeh sing keplarang--- Pedagang banyak yang tenggelam.

93. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela.

94. Akeh barang haram---Banyak barang haram.

95. Akeh anak haram---Banyak anak haram.

96. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki.

97. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri.

98. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang.

99. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang.

100. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual.

101. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat.

102. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi.

103. Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas.

104. Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu.

105. Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar.

106. Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset.

107. Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur.

108. Sing wedi mati---Yang takut mati.

109. Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat.

110. Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih

111. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur

112. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih.

113. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian.

114. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir.

115. Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat.

116. Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang.

117. Ratu ora netepi janji, musna panguwasane---Raja ingkar janji, hilang wibawanya.

118. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat.

119. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi.

120. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar.

121. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka.

122. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda.

123. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya.


Reply With Quote
  #3  
Old 05-16-2009, 09:00 PM
ulquiorraespada's Avatar
ulquiorraespada ulquiorraespada is offline
Foot Soldier
 
Join Date: Nov 2008
Location: Wherever i want, Wherever i need
Posts: 580
ulquiorraespada is on a distinguished road
Default

124. Anak lali bapak---Anak lupa bapa.

125. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka.

126. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris.

127. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis.

128. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan.

129. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.

130. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek.

131. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai.

132. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.

133. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam.

134. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.

135. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela.

136. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak.

137. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara.

138. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang.

139. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran.

140. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun.

141. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai.

142. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe Banyak harta hilang entah ke mana, Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.

143. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram---Banyak barang haram, banyak anak haram.

144. Bejane sing lali, bejane sing eling---Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.

145. Nanging sauntung-un***** sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa.

146. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada.

147. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi.

148. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung.

149. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan.

150. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan.

151. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan.

152. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.

153. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki.

154. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan.

155. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati.

156. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit

157. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau.

158. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --- Yang sewenang-wenang merasa menang

159. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah.

160. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah.

161. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi

162. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci

163. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.

164. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela.

165. Maling lungguh wetenge mblenduk --- Pencuri duduk berperut gendut.

166. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan.

167. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah.

168. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar.

169. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai.

170. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh

171. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga.

172. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin.

173. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa.

174. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang.

175. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi.

176. Agama ditantang---Agama ditantang.

177. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka.

178. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka.

179. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar.

180. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak.

181. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan

182. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.



183. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir.

184. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat.

185. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.

186. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit.

187. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia.

188. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela.

189. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima.

190. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci.

191. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak.

192. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga

193. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau.

194. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa.

195. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan.

196. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur.

197. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab.

198. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci.

199. Buruh mangluh---Buruh menangis.

200. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan.

201. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi.

202. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat.

203. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil.

204. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh.

205. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela.

206. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.

207. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal separo.

208. Landa-**** kari sejodho --- Belanda-**** tinggal sepasang.

209. Akeh wong ijir, akeh wong cethil---Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.

210. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian.

211. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat.

212. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu.

213. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung.

214. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.

lanjutan coz ga ckup..


Reply With Quote
  #4  
Old 05-17-2009, 01:53 PM
gugukandmiaw's Avatar
gugukandmiaw gugukandmiaw is offline
Shield Wielder
 
Join Date: Nov 2008
Location: Currently on Tangerang
Posts: 1,907
gugukandmiaw is on a distinguished road
Send a message via Yahoo to gugukandmiaw Send a message via Skype™ to gugukandmiaw
Default

lebih terlihat seperti sajak...

Reply With Quote
  #5  
Old 05-17-2009, 01:54 PM
Renamon Renamon is offline
[Banned Permanent]
 
Join Date: Nov 2008
Location: Somewhere in This world
Posts: 7,614
Renamon is on a distinguished road
Send a message via Yahoo to Renamon
Default

tuh post si espada... kyk na aneh amat...

Reply With Quote
  #6  
Old 05-17-2009, 01:57 PM
amuro ray's Avatar
amuro ray amuro ray is offline
Mod Of Old Republic
 
Join Date: Nov 2008
Location: Pejabar
Posts: 1,227
amuro ray is on a distinguished road
Send a message via Yahoo to amuro ray
Default

Quote:
Originally Posted by gugukandmiaw View Post
lebih terlihat seperti sajak...
ramalannya emang kayak sajak

Quote:
Originally Posted by Renamon View Post
tuh post si espada... kyk na aneh amat...
lho?
kok km heran?
itu khan emang tulisan jaya baya.. yg km tulis di atas


Komisi Gratong join donk buat bantuin temen
u make me Green and you will be paid for it..
Reply With Quote
  #7  
Old 05-17-2009, 01:59 PM
Renamon Renamon is offline
[Banned Permanent]
 
Join Date: Nov 2008
Location: Somewhere in This world
Posts: 7,614
Renamon is on a distinguished road
Send a message via Yahoo to Renamon
Default

itu makdsunya wa... itu post si espada... kyk na ga ada di articel wa...

Reply With Quote
  #8  
Old 05-17-2009, 02:05 PM
amuro ray's Avatar
amuro ray amuro ray is offline
Mod Of Old Republic
 
Join Date: Nov 2008
Location: Pejabar
Posts: 1,227
amuro ray is on a distinguished road
Send a message via Yahoo to amuro ray
Default

Quote:
Originally Posted by Renamon View Post
itu makdsunya wa... itu post si espada... kyk na ga ada di articel wa...
punya km adalah versi rangkumannya
tp kl versi dia di ambil dari sajak2 yg dia buat

istilahnya.. dia tulis buku aslinya
km tulis buku terjemahannya

well.. kayaknya tulisannya perlu diperbaiki.. biar menarik
*kasi warna maksudnya*

thx tulisannya


info juga.. tulisan dia itu sebenarnya adalah tulisan abad ini.. dimana manusia ....
tulisan ini juga ditemukan (mirip) pada senandung Jawa..
kl di forum lain.. tulisan ini rada masuk ke AKHIR jaman???


Komisi Gratong join donk buat bantuin temen
u make me Green and you will be paid for it..
Reply With Quote
  #9  
Old 05-17-2009, 03:32 PM
gugukandmiaw's Avatar
gugukandmiaw gugukandmiaw is offline
Shield Wielder
 
Join Date: Nov 2008
Location: Currently on Tangerang
Posts: 1,907
gugukandmiaw is on a distinguished road
Send a message via Yahoo to gugukandmiaw Send a message via Skype™ to gugukandmiaw
Default

maksud gw ini lebih kliatan cuman sajak aja ga ada makna mengatakan ini sebagai ramalan,...

dia mengatakan hal2 yang belum ada di jaman nya, arti nya dia cuman memprediksi dari kemungkinan2 yang belum pernah terjadi di jaman nya, bisa diliat dari kejadian2 yang acak, klo dia mengatakan kejadian secara berurutan, gw percaya klo itu ramalan nya dia...


bisa aja kan gw bilang, nanti manusia bisa terbang menggunakan seember air... dan beberapa ratus tahun kemudian terjadi, dan gw mengatakan sebagai prediksi karena belum pernah terjadi saat ini.

Reply With Quote
  #10  
Old 05-17-2009, 03:38 PM
Renamon Renamon is offline
[Banned Permanent]
 
Join Date: Nov 2008
Location: Somewhere in This world
Posts: 7,614
Renamon is on a distinguished road
Send a message via Yahoo to Renamon
Default

yal lah yg namana Ramalan itu kan ga bakalan 100% tepat....

kalo tepat mungkin disebut kebetulan doang... ato emg alam kyk berbuat kyk gtu.

Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 04:07 AM.
Powered by vBulletin® Version 3.7.3
Copyright ©2000 - 2014, Jelsoft Enterprises Ltd.
2008 © KotakGame.com All Right Reserved.