Dua dekade lamanya sejak tiga penguasa kegelapan, Diablo, Mephisto, dan Baal memporak-porandakan dunia Sanctuary beserta seluruh isinya. Sampai akhirnya kini setelah ketiga Prime Evil itu dikalahkan, penduduk Sanctuary yang dulu merasakan kedashyatannya lambat laun mulai melupakan kejadian buruk tersebut.
Dalam kunjungannya kembali ke reruntuhan Tristram Cathedral, Deckard Cain yang berusaha menemukan petunjuk untuk mengalahkan sosok kegelapan baru yang mulai kembali merongrong manusia, muncul pertanda langit berupa kilatan api menyambar tepat di titik kemunculan Diablo pertama kali ke Sanctuary. Pertanda langit ini seakan panggilan bagi para pahlawan Sanctuary untuk bangkit kembali berjuang melindungi dunia dari pengaruh kegelapan Burning Hell.
Demikian sekilas alur cerita yang berusaha diangkat Blizzard dalam
Diablo III. Sebagaimana terungkap dalam demo pertama game ini secara publik pada saat even tahunan Blizzard Invitational 2008, bertempat di Paris, 28-29 Juni lalu. Dengan memperkenalkan dua karakter (dari lima karakter yang ada dalam game), yakni Barbarian dan Witch Doctor. “Kami sudah lama ingin mengeksplorasi alur cerita dan unsur gameplay dari
Diablo ke tahapan lebih lanjut,” ungkap Mike Morhaime, selaku CEO dan co-founder Blizzard Entertainment.
Blizzard mengakui bahwa pengembangan
Diablo III telah dilakukan dari tahun 2005, dengan rancangan awal artistik berbeda dengan yang ditampilkan dalam demo kali ini. Dalam prosesnya sampai sekarang, tim kreator
Diablo III yang berjumlah 50 orang ini telah menjalani tiga kali revisi. Di antara tim kreator, tercantum nama Jay Wilson sebagai penanggung jawab rancangan yang pernah menangani
Warhammer 40.000: Dawn of War dan
Company Heroes.
Nantinya,
Diablo III dapat dimainkan untuk single player dan juga multiplayer. Menurut rencana, Blizzard pun menyiapkan Battle.net yang dapat menghubungkan pemain satu dengan yang lain agar lebih mudah dan membuat kerja sama antar pemain agar lebih menyenangkan. Terlalu dini untuk mengetahui kapan
Diablo III akan dirilis di Indonesia. Namun, pihak Blizzard berjanji akan merilis
Diablo III ke banyak negara secara bersamaan.
Penggunaan skill baru menjadi lebih mudah di
Diablo III, karena adanya sistem kombat dan user interface baru yang memprioritaskan penggunaan skill daripada pemanfaatan potion. Blizzard memang berusaha mengurangi penggunaan potion oleh para gamer karena terlalu seringnya gamer menjadi sangat bergantung pada potion saat bertarung dibandingkan mereka menggunakan skill yang mereka miliki. Oleh dari itu, sekarang tiap musuh akan drop item health globe, yang fungsinya menambah health kamu dan juga player lain yang satu grup sama kamu. Salah satu fitur terbaik pada
Diablo III dibandingkan seri game sebelumnya adalah even-even dalam game yang mengalir begitu rapi dan tersusun baik sejalan dengan alur cerita orisinal yang berusaha diangkat dalam game.
Di luar itu semua, Blizzard masih menutup mulut perihal jumlah pasti kelas karakter yang dapat dimainkan saat
Diablo III rilis nanti. Meski telah dikonfirmasi oleh Blizzard bahwa tidak semua kelas dalam
Diablo II akan diboyong juga ke dalam
Diablo III. Tambah lagi, Blizzard belum dapat menentukan berapa jumlah gamer yang bisa main bareng dengan fitur game co-op online yang notabene sangat vital dalam game ini. Masuk akalnya sih untuk bisa main bareng dengan fitur co-op online itu delapan orang, tapi Blizzard beralasan mereka akan mengambil keputusan dengan lebih mengutamakan kenyamanan player dalam memainkan game miliknya, maka besar kemungkinan jumlahnya tidak akan sampai delapan orang.