Codemasters sudah lama sekali ingin menciptakan sebuah game balapan yang bisa sukses di pasaran. Tapi akhir-akhir ini, usahanya tersebut menemui banyak sekali saingan dari game sejenis seperti Dirt dan Grid. Karena itu, Fuel mencoba peruntungannya di dunia game balapan dengan memberikan banyak sekali fitur seperti lokasi yang sangat luas, banyak sekali barang dan kendaraan yang bisa kamu buka, acara balapan yang bisa kamu ikuti dan juga banyak lagi hal lain yang diberikan.
Tapi apakah berhasil? Jawabannya adalah tidak. Walau sudah memberikan sekian banyak fitur yang diharapkan bisa menjadi daya tarik game ini, justru sebaliknya, Fuel malah kehilangan daya tariknya. Game ini sendiri sebenarnya merupakan game balapan yang menggunakan genre open-world yang memungkinkan kamu menjelajahi alam bebas, mulai dari hutan, gurun, daerah bersalju dan masih banyak lagi lokasi lain yang bisa kamu jelajahi. Saat sedang berkendaraan, kamu akan menemukan kendaraan lain yang bisa membantu kamu mengubah warna cat mobil kamu sesuai dengan keinginan kamu. Apabila kamu berhasil mendapatkan bintang, kamu bisa membuka perkemahan baru yang tersebar di seluruh penjuru dunia, dimana kamu bisa menemukan ajang balapan baru dan juga tantangan baru.
Harus diakui, ide tersebut sebenarnya cukup bagus dan menarik. Hanya saja, sebaliknya justru desain game inilah yang membuat game ini malah hancur. Salah satu elemen disini yang menjadi masalah adalah dunianya yang terlalu besar dan berubah menjadi permainan yang membosankan. Apabila kamu harus melakukan perjalanan panjang, tanpa ada pemandangan apapun yang bisa kamu lihat hanya demi mendapatkan cat baru di kendaraan kamu, maka itu adalah sesuatu yang sia-sia dan sama sekali tidak layak untuk dilakukan.
Tingkat keseruan yang seharusnya ada, dikacaukan dengan banyaknya even dalam game yang bisa kamu jalankan secara otomatis saat kamu memilih di menunya (menu yang menunjukkan even apa saja yang bisa kamu jalankan) dan secara otomatis kamu akan langsung dibawa ke lokasi tertentu untuk memulai pertandingannya. Bahkan untuk pengumpulan barang yang ada pun menjadi sulit dan membuat kami merasa kecewa. Saat pertama kali kamu menemukan ada satu barang yang perlu kamu hampiri dan kamu ambil, kamu hanya akan melihat sebuah tanda dan kamu sama sekali tidak akan tahu apa sebenarnya yang akan kamu ambil itu. Tapi saat kamu sudah mendapatkan penjelasan mengenai apa sebenarnya barang itu, justru lokasi barangnya yang hilang dan tidak bisa kamu lihat lagi di map.
Kekecewaan juga kami hadapi saat sedang berada dalam pertandingan. Yang paling parah adalah AI yang diberikan. AI yang diberikan benar-benar AI dengan tingkat kemampuan yang paling parah dan bodoh yang pernah kami hadapi. Sering sekali AI mengambil keputusan bodoh, seperti mencoba mendaki lembah tersebut dan berakhir menyangkut begitu saja di lembahnya. Awal permainan, AI akan langsung tancap gas dengan kecepatan yang nyaris tidak bisa dikejar, tapi saat mereka sudah mendekati akhir, AI akan tiba-tiba melambat. Hanya kebetulan? Tidak sama sekali. Kami sudah mencoba beberapa kali dan memang hal tersebut benar-benar terjadi.