Rasanya saat ini sudah banyak game FPS yang dikeluarkan untuk konsol dan PC, apalagi Xbox 360 sering disebut-sebut sebagai konsol bagi penggemar FPS. Masih sangat jelas teringat bagaimana kerennya dunia Bioshock, serunya memainkan
Call of Duty 4 dan pertempuran sengit melawan para flood pada
Halo 3. Tidak dapat dipungkiri serial-serial tersebut berhasil mencuri perhatian dan sekarang
Frontlines: Fuel of War berusaha melakukan cara yang sama, banyak promosi gencar yang mereka lakukan untuk mengangkat nama
Frontlines: Fuel of War. Sekarang pertanyaannya adalah, apakah game ini memang patut diperhitungkan? Atau game ini hanyalah FPS biasa yang banyak dirilis pada konsol dan PC.
Bagi siapapun yang pernah memainkan seri
Battlefield pasti menyadari banyaknya kesamaan yang diperlihatkan oleh game ini. Sistem yang diterapkan terlihat sangat mirip dengan game
Battlefield dan bahkan cara untuk memenangkan pertempuran dalam game ini sangat mirip dengan cara yang dipakai oleh game
Battlefield. Kamu cukup merebut beberapa lokasi yang ada di dalam map dan menguasai semuanya sambil menahan gempuran musuh. Di beberapa poin kamu cukup berdiri di sebelah sistem satelit dan pada poin tertentu kamu harus menanam peledak dan kemudian meledakan bangunan musuh. Yang jadi masalah, sistem game ini membuat saya merasa melawan tumpukan bot yang bergerak dan bereaksi begitu-begitu saja. Mungkin bagi pemain
Battlefield sistem ini terasa biasa saja, tetapi bagi sebuah game yang menitikberatkan cerita, sistem ini terasa sedikit aneh.
Terdapat dua kubu di dalam game ini, yang pertama adalah kubu Western Coalition Army (Amerika dan persatuan Eropa) dan yang kedua adalah kubu Red Star Allieance (Rusia dan Cina), sementara itu pertempuran berlangsung di daerah Timur Tengah. Setiap akhir misi terdapat cutscene yang menceritakan pertempuran dari sudut pandang wartawan perang.
Masalah utama yang menerpa game ini bukanlah pada bagian cerita, justru menurut saya pribadi masalah yang paling utama terdapat dalam game ini adalah keorisinilan ide yang dipakai oleh sistem gamenya. Rasanya game ini sedikit sekali melakukan inovasi yang menghindarkan game ini dari tudingan penjiplakan ide. Bahkan perubahan konsep dari multiplayer yang ada di serial
Battlefield menjadi single player di
Frontlines: Fuel of War terasa cukup dipaksakan.