Game yang menempatkan posisi pemain sebagai dewa biasanya selalu bercerita soal kekuasaan dan kekuatan. Pemain bebas memilih untuk menjadi dewa yang baik atau jahat, kejam ataupun baik hati. Pemain diberi kekuasaan untuk memimpin hambanya, kemampuan untuk memberi perintah, kemampuan untuk membantu hambanya ataupun menghancurkannya. Pemain bebas berfantasi di game bergenre
simulation yang menempatkan pemain untuk memiliki kekuasaan penuh di gameplay yang ada.
From Dust adalah jenis game yang menempatkan pemain sebagai dewa, tapi dengan cara yang berbeda. Pemain tidak memiliki kekuatan super power di game ini, dan hanya mempunyai kemampuan untuk mengendalikan seluruh pulau yang ada didalam game. Pemain bisa membuat daratan dan juga mengubahnya dengan mengambil sumber daya yang ada di alam, membuat jembatan diseluruh daratan, dan juga dapat membuat daratan dengan mengeringkan lahar dingin dan membuat danau di tengah padang pasir. Penduduk yang ada diwilayah kekuasaan pemain, sangat bergantung pada apa yang dibuat oleh pemain diwilayah tersebut, tapi pemain tidak memiliki kuasa atas apa yang penduduk lakukan.
Pemain juga tidak dapat mengendalikan kekuatan alam yang dapat menghancurkan desa-desa yang ada didalam game, misalnya seperti kebakaran alami atapun jika terjadi tsunami. Pemain harus tabah menghadapi bencana alam yang memang akan sedikit mengurangi kesenangan dalam bermain, kekuatan alam tidak dapat dilawan pemain di game ini.
From Dust merupakan game yang sangat mengagumkan, baik secara teknis maupun visual. Alam berubah seiring berjalannya waktu, daratan berubah dan berkembang secara dinamis, seperti sebuah diorama kehidupan. Sumber air yang ada di padang pasir menjadi sebuah danau, lalu kemudian berkembang menjadi sebuah anak sungai yang kecil, dan akhirnya menjadi seperti jaringan sungai kecil yang berliku-liku. Pemain dapat merasakan magma dan air memiliki sifat yang sangat alami didalam game ini. Bergerak sangat realistis untuk sebuah game berjenis simulasi, meskipun terkadang terlihat cepat dan sangat agresif. Pemain juga bisa melihat sebuah gunung berapi yang memuntahkan lahar panas, dan setelah dingin, lahar itu akan menjadi sebuah jembatan batu alami. Pemain akan menghabiskan banyak waktu didalam game untuk mengarahkan aliran lahar atau alirah air sungai yang deras dengan membangun bendungan dari bebatuan ataupun pasir, membantu menyebarkan sumber daya yang diperlukan untuk bertahan hidup ke daerah-daerah yang tandus.
Tujuan sebenarnya dari bermain
From Dust adalah menjaga agar penduduk yang ada diwilayah kita bisa bertahan hidup, membantu mereka untuk membangun kembali peradaban ataupun budaya mereka yang hilang dan terlupakan. Membimbing penduduk menuju totems untuk mendirikan desa disekitarnya. Totem akan memberikan pemain kekuatan dewa yang tentunya terbatas, seperti kemampuan untuk membekukan air, menjadikan pemain seperti memiliki kekuatan yang pernah dilakukan Nabi Musa saat membelah laut. Ada fitur yang bisa digunakan pemain untuk memadamkan api untuk sementara waktu, mengeringkan air, ataupun menghisap berbagai material yang ada di alam untuk menjadi sebuah penghancur berbentuk bola hitam. Penduduk juga dapat belajar cara untuk mempertahankan diri dari bencana banjir dan kebakaran yang terjadi di pemukiman mereka dengan menyentuh batu berkekuatan sihir yang ada disekitar map, memastikan keselamatan jangka panjang mereka.
Setiap totem yang ada diisi pintu gerbang untuk membuka map selanjutnya, dimana akan selalu lebih berbahaya. Penduduk juga memiliki kebiasaan yang kurang menguntungkan dalam memilih tempat yang tidak ramah untuk ditinggali oleh koloni. Pada awal permainan, penduduk biasanya lebih memilih pantai dan lembah yang bagus untuk menetap, yang harus pemain lakukan adalah menangkal gelombang tinggi yang sesekali datang dan membangun jembatan dari pasir diseluruh badan air. Pada akhirnya, penduduk muncul dari Sacred Gates ke lereng bukit berbatu dan tersiksa secara bergantian oleh erupsi gunung berapi atau tsunami yang dapat setiap menit, atau bergelantungan di bebatuan menjulang yang ada di tengah laut, ataupun terjebak didalam kawah gunung berapi.