Gabungkan beberapa karakter dari komik
Batman menjadi satu, aduk-aduk dengan rempah banyolan dan bulir komedi lalu cetak bahan-bahan tersebut di atas cetakan LEGO, kaboom! Jadilah
LEGO Batman: The Video Game. Game ini lahir dari
developer Traveller Tales yang sudah sangat piawai menggarap permainan bertema LEGO yang memanfaatkan semua elemen penting dari sebuah waralaba ternama dan menambahkan beragam humor yang cerdas sekaligus kreatif, seperti pada serial
Star Wars,
Indiana Jones lalu kali ini
Batman.
Tentu saja apabila kita pernah bermain judul-judul game LEGO buatan Traveller Tales, kita pasti akan tahu apa yang bakal kita hadapi ketika memainkan
LEGO Batman. Pihak
developer memiliki formula permainan yang sudah sangat teruji keefektifitasannya dalam menarik pembeli dari berbagai kalangan. Apalagi semua bagian cerita dalam game ini dibingkai dengan sangat manis oleh potongan adegan-adegan pendek yang kocak dan tanpa dialog, sehingga game ini benar-benar bisa menjangkau seluruh segmen usia(tidak perlu khawatir ada kata-kata kotor yang bakal terucap). Menghilangkan pemakaian dialog berarti memberikan dampak ekonomis kepada pihak
developer yang tidak perlu mengontrak pengisi suara ternama demi menghidupkan karakter tokoh-tokoh penting. Sebaliknya pemotongan biaya tersebut bisa dialihkan ke bagian lain dari game ini seperti misalnya urusan musik yang memakai komposisi Daniel Robert Elfman sama seperti film
Batman garapan Tim Burton.
Gameplay yang diusung masih berupa gabungan antara, lari, pukul musuhmu, lompat ke
platform, rakit sebuah LEGO dan kumpulkan stud (mata uang dalam game ini) sebanyak-banyaknya. Untuk urusan merakit LEGO jangan harap bakal ditemui kesulitan sepert kesalahan meletakan sebuah bagian LEGO, sebab merakit LEGO dalam game ini dikerjakan cukup dengan menahan sebuah tombol sampai sebuah bentuk yang terbentu dari LEGO terakit dengan sendirinya. Merakit LEGO merupakan bagian dari serangkaian
puzzle yang tersebar di sepanjang permainan,
puzzle-puzzle tersebut memiliki skema sederhana tetapi sangat menantang.
Serial LEGO kali ini sangat minim perubahan bila dibandingkan pendahulunya, hal ini bisa menjadi pedang bermata dua yang bisa mempengaruhi penilaian seseorang terhadap game ini. Bagi seseorang yang pernah memainkan kedua serial sebelumnya pasti bakal merasa kalau game ini nyaris tidak menawarkan sesuatu yang baru, sedangkan apabila seseorang baru mencoba serial ini untuk pertama kalinya, hampir bisa dipastikan kalau orang tersebut bakalan sangat terhibur dengan sajian komedi dan
puzzle yang disuguhkan. Kalau kita boleh jujur menilai, sebenarnya memainkan
LEGO Batman: The Video Game rasanya sangat mirip dengan memainkan sebuah sekuel game. Bedanya pada game kebanyakan, sebuah sekuel biasanya memiliki, cerita, karakter atau latar belakang peristiwa yang sama dengan prekuelnya. Hal inilah yang tidak akan kita temui pada serial LEGO, sebab ketiga serial LEGO memiliki, cerita, karakter dan latar belakang yang berbeda-beda, sehingga memainkan
LEGO Batman rasanya seperti memainkan sebuah sekuel dengan gaya baru.
LEGO Batman pada awalnya akan memfokuskan permainan pada Batman dan Robin serta seluruh musuh-musuhnya yang mengadopsi bentuk-bentuk LEGO. Duo maut tersebut harus menghadapi beberapa penjahat yang baru saja lolos dari Arkham Asylum. Terdengar familiar dengan cerita film
The Dark Knight bukan? Tetapi jangan berharap ada penggalan cerita
The Dark Knight masuk ke dalam game ini, sebab pihak developer dari jauh-jauh hari menjelaskan hanya akan memakai elemen film animasi
Batman bukan
The Dark Knight hal ini tentunya bertujuan agar serial ini tetap bisa di konsumsi semua orang.