Review

ASUS Zenfone 3 Max: Baterainya Tahan Lama Banget

oleh: Master-Fakry

Review - Halaman 1

Smartphone dengan kapasitas baterai besar mutlak dibutuhkan, setidaknya untuk saat ini. Aplikasi yang kian butuh "tenaga ekstra" serta smartphone yang makin manja dengan jaringan mengharuskan smartphone membawa baterai dengan kapasitas besar dengan sistem yang lebih efisien.

Pada pertengahan tahun 2015, ASUS pernah mengenalkan Zenfone Max, smartphone dengan kapasitas baterai raksasa, 5000mAh. Tidak banyak memang smartphone yang hadir dengan baterai sedemikian besar, alasannya lebih kepada investasi terhadap desain. Ya, baterai kapasitas besar pasti memiliki ukuran yang lebih tebal atau besar. Bobotnya pun lebih berat dibanding baterai dengan kapasitas lebih kecil.

Memasukkan baterai berukuran besar dan berat ke dalam smartphone, yang notebene harus nyaman saat dimasukkan ke saku celana, merupakan pekerjaan rumah tersendiri. Namun ASUS berhasil melewati tantangan ini dengan menghadirkan desain cantik di Zenfone Max. Beratnya memang agak lebih dibanding smartphone dengan kapasitas baterai yang lebih kecil. Tapi, tetap masih nyaman saat digenggam maupun disimpan dalam saku.

Baca ini juga :

» ASUS ZenFone 3 Max ZC553KL #GakAdaMatinya
» Asus ROG Strix GL553VW
» Asus Zenfone 3 ZE552KL
» REVIEW: ASUS ROG G20
» Review ASUS Zenfone 3 ZE520KL

Ingin mengulang kesuksesan Zenfone Max, ASUS mengevolusi Zenfone Max ke dalam keluarga Zenfone 3 yang baru saja dikenalkan di Indonesia. Selain Zenfone 3, Zenfone 3 Deluxe, Zenfone 3 Ultra, kita juga akan menemukan Zenfone 3 Max.

Zenfone 3 Max hadir sebagai perangkat yang benar-benar baru jika dilihat dari sisi desain dan spesifikasi. Jujur, saat pertama kali dilihat, perangkat ini hampir sulit dikenai sebagai merek ASUS. Ia mewarisi perubahan drastis yang terjadi pada saudara dekatnya di jajaran Zenfone 3 terutama dari sisi desain.

Lebih Cantik dengan Unibody

Jika ingat, Zenfone Max generasi pertama memiliki casing/penutup belakang yang bisa dilepas untuk kebutuhan melepas pasang kartu SIM dan kartu memori. Penutup itu kini sudah menghilang, diganti dengan desain badan tunggal (unibody) yang membuat Zenfone 3 Max seakan dibuat hanya dengan menggunakan satu material.

Dari mulai sisi pinggir sampai tengah, badan perangkat ditutup dengan material metal yang membuatnya tampil elegan. Kecuali bagian atas bawah yang masih memakai bahan plastik campuran namun dengan kesan metal senada.

Sekarang, untuk memasukkan kartu SIM dan kartu memori pengguna mesti berbekal besi penusuk seperti klip kertas atau sejenisnya. Itu untuk membuka slot kartu yang muat dipasangi 1 kartu SIM mikro dan 1 kartu SIM nano. Ya, Zenfone 3 Max mendukung 2 kartu SIM. Keduanya bisa dipakai di jaringan 3G dan 4G. Tapi, kalau mau menyematkan kartu memori micro SD maka kartu SIM ke-2 harus dikorbankan (tidak dipakai) karena mereka menempati slot yang sama.

ASUS menyederhanakan desain Zenfone 3 Max dengan meniadakan tombol navigasi fisik yang semula ada di Zenfone Max generasi awal atau Zenfone 2 lain. Navigasi dilakukan lewat tombol virtual milik Android. Tombol power dan volume tetap berada di samping. Sementara bagian belakang bercokol kamera dan sensor sidik jari yang bisa dipakai untuk membuka mengamankan akses ke perangkat atau mengaktifkan kamera.

Tak ada lagi desain lingkaran konsentris khas ASUS di bagian depan. Sebagai gantinya, kita hanya akan menemukan logo ASUS yang dilapisi kaca 2.5D. Kamera, sensor proksimiti dan speaker berurutan ditempatkan di bagian atas. Semua ini dikemas dalam perangkat dengan berat tak lebih dari 148 gram dan ketebalan 8,5 milimeter.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru
alt
Most Popular Previews
Belum ada Preview