




Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pemberlakuan tarif hampir 100% atas chip dan semikonduktor impor. Kebijakan ini dirancang untuk secara keras mendorong perusahaan teknologi global memindahkan atau mendirikan pabrik ke AS.
Kebijakan ini menargetkan perusahaan yang tidak memiliki komitmen produksi di AS. Pendekatan ini membuka celah bagi perusahaan yang berinvestasi di dalam negeri untuk bebas dari tarif. Misalnya, Apple menyampaikan komitmen tambahan investasi US$100 miliar, sehingga total janji investasi mereka mencapai US$600 miliar dalam 4 tahun, dan dianggap memenuhi syarat bebas tarif.
TSMC, yang sedang membangun fasilitas di Arizona, dianggap berpotensi dikecualikan. Begitu pula, perusahaan seperti SK Hynix dan Samsung Electronics jika sudah atau berencana memproduksi di AS akan diberi pengecualian serupa.
Baca ini juga :
» RTX 5060 Ti Hancur Tertabrak Mobil Tapi Masih Bisa Dipakai Kok Bisa?
» Pria Rusia Kena SCAM Saat Membuka RTX 5070 Ti yang Masih Tersegel, Ternyata Isinya Botol Air 2 Liter
» Perang AI Rencana AS Memblokir AI Tiongkok 'Kimi K3' Hampir Mustahil Berhasil
» NVIDIA TUMBANG! Apple Resmi Rebut Kembali Takhta Raja Teknologi!
» Sempat Dikunci, Sensor Hotspot NVIDIA RTX 50 Series Akhirnya Bisa Diintip Lewat HWMonitor Terbaru!
Saham Apple melonjak sekitar +5% saat pengumuman dan bertambah +3% pada sesi perdagangan setelah jam kerja. Perusahaan-perusahaan chip besar lain seperti Nvidia, Intel, AMD, dan GlobalFoundries juga menunjukkan kenaikan meskipun volatilitas berlanjut. Para analis menyebut fenomena “TACO” (Trump Always Chickens Out), yaitu ekspektasi bahwa ancaman keras sering kali tidak diikuti realisasi penuh.
Para ekonom memperingatkan bahwa tarif tak terarah bisa menaikkan biaya produksi teknologi dan barang elektronik di AS, yang justru mungkin merugikan konsumen domestik. Peningkatan biaya impor chip akan mempengaruhi harga akhir produk konsumen seperti kendaraan, smartphone, hingga alat rumah tangga pintar.
Meski Trump menggunakan payung hukum Section 232 (Perdagangan Ekspansi 1962) untuk alasan keamanan nasional, beberapa tindakan sebelumnya dikesampingkan oleh pengadilan karena dianggap berlebihan. Hal ini menimbulkan keraguan tentang kekuatan hukum jangka panjang kebijakan tarif ini.
Trump jelas memanfaatkan tarif sebagai alat promosi manufaktur dalam negeri. Insentif bagi Apple, Nvidia, dan TSMC menunjukkan bahwa tindakan drastis bisa menciptakan dorong eksplisit bagi investasi dalam negeri. Beberapa perusahaan terlihat sigap merespons peluang ini.
Namun implementasi yang masih kabur seperti batas minimum produksi domestik yang dibutuhkan untuk bebas tarif membuat korporasi berhati-hati. Banyak pengamat menunggu klarifikasi dari pemerintah AS, baik soal berapa banyak produksi dalam negeri, durasi pengecualian, maupun tanggal efektif kebijakan.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
RTX 5060 Ti Hancur Tertabrak Mobil Tapi Masih...