Musim pertama Dispatch, gim komedi episodik bertema kantor superhero garapan AdHoc, resmi berakhir dengan perilisan episode tujuh dan delapan. Selama perjalanan gim, pemain tidak hanya sibuk mengirim tim antihero menangani berbagai kasus absurd—mulai dari kucing tersangkut sampai ancaman bom—tetapi juga mengikuti perkembangan karakter dan hubungan mereka melalui pilihan naratif serta adegan sinematik.
Namun ternyata, ada beberapa adegan romantis—termasuk adegan seks—yang dipotong dari rilis final, dan penulis Pierre Shorette mengaku menyesal telah menghapusnya.
Baca ini juga :
» Dispatch Berhasil Tembus Penjualan Lebih Dari 1 Juta Kopi dalam 10 hari!
Dalam wawancara dengan Inverse, Shorette mengungkap bahwa pemain Dispatch jauh lebih antusias terhadap opsi romansa daripada yang diperkirakan tim. Meskipun hanya ada dua karakter yang bisa diajak berkencan—Blonde Blazer dan Invisigal—bagian ini menjadi elemen yang “bermakna” bagi banyak pemain.
Shorette mengakui bahwa popularitas fitur romansa ini sedikit mengejutkan tim:
“Responnya begitu beragam, mungkin itu alasannya kami tidak merencanakan lebih banyak opsi romansa,” ujarnya.
Ia juga mengaku kecenderungannya menulis cerita bernuansa komedi romantis selalu muncul, bahkan ketika ia ingin membuat narasi yang lebih serius. “Bahkan di Wolf Among Us atau Tales from the Borderlands, tetap ada unsur romansa,” katanya.

Shorette kemudian mengungkap pengakuan yang cukup jujur—dan lucu:
“Kami memang memotong beberapa adegan seks. Dan, jujur, sekarang saya rasa kami tidak seharusnya melakukannya,” katanya sambil tertawa.
Ia juga memberi sedikit harapan untuk para fans yang penasaran:
“Mungkin suatu hari kalian bisa melihat adegan-adegan itu.”
Menurutnya, banyak “anak emas” dalam proses penulisan yang terpaksa dikorbankan karena keterbatasan waktu dan biaya produksi. Meski gim terlihat sangat rapi dan berkualitas tinggi, AdHoc tetaplah studio indie sehingga setiap detik video yang diproduksi memiliki biaya besar, terutama jika menyangkut branching narrative.

Melihat para streamer memainkan gimnya, Shorette merasa Dispatch menjadi sesuatu yang unik—perpaduan antara humor vulgar, drama, hingga momen emosional.
“Kalau kami bisa membuat orang heboh lihat wiener di layar, tertawa karena lelucon kentut, lalu menangis di akhir… itu berarti gim ini bekerja,” ujarnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa Dispatch adalah “gooner game”, dan merasa komunitas kini memahami bahwa inti gim tidak hanya tentang konten cabul.
Awal tahun ini, AdHoc mengumumkan bahwa Dispatch terjual lebih dari 1 juta kopi dalam 10 hari—pencapaian luar biasa bagi sebuah gim naratif episodik. Berkat sukses tersebut, studio kini mempertimbangkan untuk mengembangkan season kedua.





















Rss Feed