




Kabar mengejutkan datang dari industri hiburan Rusia. Pemerintah Rusia dilaporkan siap menggelontorkan dana besar dan insentif pajak untuk menciptakan game shooter militer domestik guna menyaingi dominasi Call of Duty (CoD). Langkah ini diambil setelah politisi Rusia melayangkan kritik tajam terhadap narasi game Barat yang dianggap menyudutkan tentara mereka.
"Russofobia" di Balik Layar Call of Duty
Mikhail Delyagin, Wakil Ketua Komite Kebijakan Ekonomi Duma Negara, secara terbuka mendesak lembaga sensor Roskomnadzor untuk meninjau ulang dan melarang seri Call of Duty: Modern Warfare.
Alasannya cukup emosional: Delyagin merasa ngeri karena dalam game tersebut, pemain hampir selalu menjadikan tentara Rusia sebagai target tembak. Ia menyebut pengalaman ini sebagai "masokisme yang mengerikan" bagi warga Rusia.
Tak hanya sekadar melarang, Rusia berencana melakukan serangan balik di industri kreatif. Delyagin telah menyurati Kementerian Pengembangan Digital Rusia untuk memfasilitasi pembuatan game tandingan berbiaya besar.
Berikut adalah beberapa poin rencana pengembangan game tersebut:
» DLC CODE VEIN II: Mask of Idris Resmi Meluncur di Konsol dan PC, Bawa Karakter dan Dimensi Baru!
» Street Fighter 6 Sambut Arjun pada 13 Oktober 2026: Intip Bocoran Skill dan Ceritanya!
» Bangun Kerajaan dan Tentukan Takdir Bangsa di PROJECT ZIRCON, Game Roguelike Terbaru Dari KONAMI!
» Konami Ungkap Game RPG Terbaru 'Rev. NOiR': Siap Meluncur 2027, Intip Trailer dan Detil Karakter!
» Konami Resmi Umumkan Rhapsody in Scarlet: Game Action Bergaya Jazz Age Era 1920-an di New York
Kementerian Pengembangan Digital Rusia menyambut baik ide ini. Mereka menawarkan berbagai insentif bagi pengembang lokal yang berani mengambil tantangan ini, di antaranya:
Langkah pemberian subsidi ini sebenarnya hal lumrah di dunia game. Sebagai contoh, Kanada memberikan potongan pajak besar yang membuat studio raksasa seperti Ubisoft betah membangun kantor di sana.
Membangun game sekelas Call of Duty bukanlah perkara mudah. Selain biaya, teknologi mesin game (game engine) juga menjadi tantangan besar. Sebelumnya, rencana Rusia membuat "National Game Engine" sempat mandek karena kendala biaya, meski akhirnya dilanjutkan oleh investor swasta.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
DLC CODE VEIN II: Mask of Idris Resmi Meluncu...