NEWS

Elon Musk & Bos Telegram Sebut WhatsApp Tidak Aman?

Rahmat Handiko    |   Jumat, 30 Jan 2026


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Belakangan ini, jagat media sosial dihebohkan dengan kabar miring mengenai WhatsApp. Aplikasi pesan instan paling populer di dunia ini tengah "digempur" dari dua sisi: gugatan hukum yang mengejutkan serta peringatan teknis dari Google.

Pertanyaannya, apakah kita harus segera berhenti menggunakan WhatsApp di tahun 2026 ini? Mari kita bedah faktanya.

Sebuah gugatan hukum baru yang diajukan di San Francisco mengklaim bahwa klaim enkripsi WhatsApp selama ini menyesatkan. Para penggugat—yang mengutip keterangan dari "whistleblower" atau mantan insinyur internal—menuduh bahwa tim WhatsApp tetap memiliki akses untuk melihat konten pengguna guna menjalankan tugas-tugas tertentu, seolah-olah melewati sistem enkripsi yang ada.

Kabar ini langsung memicu reaksi keras dari para petinggi teknologi:

  • Pavel Durov (CEO Telegram): Menyebut klaim keamanan WhatsApp adalah omong kosong dan mengklaim telah menemukan banyak celah serangan.
  • Elon Musk (Pemilik X): Secara blak-blakan menyebut WhatsApp tidak aman dan menyarankan beralih ke fitur X Chat.

Will Cathcart, bos WhatsApp, dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Ia menyatakan bahwa kunci enkripsi hanya disimpan di ponsel pengguna, bukan di server Meta. Ia juga menyindir bahwa firma hukum di balik gugatan ini adalah firma yang sama yang membela NSO (perusahaan pembuat spyware Pegasus).

Baca ini juga :

» Rusia Blokir Total WhatsApp dan Telegram, Warga Dipaksa Pindah ke Aplikasi Lokal 'Max'
» X Batasi Fitur Visual Grok AI Setelah Diblokir di Indonesia
» Indonesia Jadi Negara Pertama di Dunia yang Blokir Grok AI: Melawan Konten Asusila Digital
» Waspada Deepfake! Kemkomdigi Soroti Grok AI di X Terkait Konten Asusila
» Elon Musk Cetak Rekor: Manusia Pertama Berharta $700 Miliar Usai Menangkan Gugatan Tesla

Berbeda dengan drama hukum di atas, Google mengeluarkan peringatan teknis yang jauh lebih nyata. Terdapat celah keamanan di mana ponsel pengguna bisa diserang hanya dengan menerima foto berbahaya melalui WhatsApp.

Yang mengkhawatirkan, serangan ini tetap bisa terjadi meskipun Anda tidak membuka atau mengklik foto tersebut. Hal ini berkaitan dengan bagaimana sistem memproses pratinjau media secara otomatis.

WhatsApp memang sedang berada di bawah mikroskop, namun sebagian besar tuduhan saat ini masih bersifat spekulatif. Ancaman paling nyata justru datang dari cara sistem mengunduh file media secara otomatis. Selama Anda rajin melakukan update aplikasi dan memperketat pengaturan privasi, WhatsApp masih relatif aman digunakan.



Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru