




Belakangan ini, jagat media sosial dihebohkan dengan kabar miring mengenai WhatsApp. Aplikasi pesan instan paling populer di dunia ini tengah "digempur" dari dua sisi: gugatan hukum yang mengejutkan serta peringatan teknis dari Google.
Pertanyaannya, apakah kita harus segera berhenti menggunakan WhatsApp di tahun 2026 ini? Mari kita bedah faktanya.
Sebuah gugatan hukum baru yang diajukan di San Francisco mengklaim bahwa klaim enkripsi WhatsApp selama ini menyesatkan. Para penggugat—yang mengutip keterangan dari "whistleblower" atau mantan insinyur internal—menuduh bahwa tim WhatsApp tetap memiliki akses untuk melihat konten pengguna guna menjalankan tugas-tugas tertentu, seolah-olah melewati sistem enkripsi yang ada.
WhatsApp is not secure. Even Signal is questionable.
— Elon Musk (@elonmusk) January 27, 2026
Use 𝕏 Chat. https://t.co/MWXCOmkbTD
Kabar ini langsung memicu reaksi keras dari para petinggi teknologi:
Will Cathcart, bos WhatsApp, dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Ia menyatakan bahwa kunci enkripsi hanya disimpan di ponsel pengguna, bukan di server Meta. Ia juga menyindir bahwa firma hukum di balik gugatan ini adalah firma yang sama yang membela NSO (perusahaan pembuat spyware Pegasus).
You’d have to be braindead to believe WhatsApp is secure in 2026. When we analyzed how WhatsApp implemented its “encryption”, we found multiple attack vectors. https://t.co/BC1TWFAIlc
— Pavel Durov (@durov) January 26, 2026
» Rusia Blokir Total WhatsApp dan Telegram, Warga Dipaksa Pindah ke Aplikasi Lokal 'Max'
» X Batasi Fitur Visual Grok AI Setelah Diblokir di Indonesia
» Indonesia Jadi Negara Pertama di Dunia yang Blokir Grok AI: Melawan Konten Asusila Digital
» Waspada Deepfake! Kemkomdigi Soroti Grok AI di X Terkait Konten Asusila
» Elon Musk Cetak Rekor: Manusia Pertama Berharta $700 Miliar Usai Menangkan Gugatan Tesla
Berbeda dengan drama hukum di atas, Google mengeluarkan peringatan teknis yang jauh lebih nyata. Terdapat celah keamanan di mana ponsel pengguna bisa diserang hanya dengan menerima foto berbahaya melalui WhatsApp.
Yang mengkhawatirkan, serangan ini tetap bisa terjadi meskipun Anda tidak membuka atau mengklik foto tersebut. Hal ini berkaitan dengan bagaimana sistem memproses pratinjau media secara otomatis.
WhatsApp memang sedang berada di bawah mikroskop, namun sebagian besar tuduhan saat ini masih bersifat spekulatif. Ancaman paling nyata justru datang dari cara sistem mengunduh file media secara otomatis. Selama Anda rajin melakukan update aplikasi dan memperketat pengaturan privasi, WhatsApp masih relatif aman digunakan.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Rusia Blokir Total WhatsApp dan Telegram, War...