NEWS

Anniversary Ke-3 Resident Evil 4 Remake, Capcom Bagikan Info Merchant Rugi 3 Triliun

Archie Gummy   |   Kamis, 26 Mar 2026


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Tiga tahun setelah rilis ulang Resident Evil 4, ada satu sosok yang harusnya kita kasihanin lebih dari Leon: sang merchant dengan suara berat yang selalu nyapa, “What're ya buyin’, stranger?” Ternyata, di balik lapak penuh senjata, rocket launcher, dan perhiasan antik itu, dia sekarang tercatat menanggung utang lebih dari 3 triliun pesetas (ptas) dari hasil transaksi para pemain selama tiga tahun terakhir.

Developer mengungkapkan data resmi kalau sang merchant sudah menjual barang-barang senilai 39.914.290.699.099 ptas sejak game remake ini diluncurkan. Angka itu kalau dibaca pelan-pelan bikin pusing sendiri: lebih dari 39 triliun ptas hanya dari jualan perlengkapan tempur, upgrade, dan senjata buat para pemain. Di sisi lain, para pemain juga nggak kalah agresif “ngebuang” barang ke dia: total 43.251.570.618.389 ptas didapat merchant dari membeli kembali harta karun, perhiasan, dan loot lain yang kita temukan sepanjang perjalanan.

Kalau dua angka itu digabung, ketahuan bahwa posisi keuangan merchant itu sebenarnya minus. Totalnya, dia sekarang sekitar 3,34 triliun ptas di bawah garis aman alias rugi parah. Kalau dikonversi kasar pakai patokan nilai peseta ke dolar dan kurs dolar ke rupiah saat ini, 3 triliun ptas itu kira-kira setara di kisaran ratusan triliun rupiah, kurang lebih sekitar 300-an rupiah. Angka yang bikin kita mikir, “Gila, merchant ini beneran kena musibah finansial besar banget ya!”

Dalam bahasa simpel: selama tiga tahun, para pemain terus-menerus numpuk kekayaan dari jual beli barang, tapi si merchant sendiri yang harus nanggung lubang utang superfantastis di belakang layar. Bayangin aja, tiap kali Lo jual elegant crown atau butterfly lamp dengan kombinasi permata sempurna, itu mungkin bikin Lo makin dekat ke rocket launcher impian, tapi di spreadsheet keuangan merchant, angkanya makin merah.

Baca ini juga :


» Rumor Devil May Cry 1 Dirumorkan Mendapat Project Remake
» Hideki Kamiya Block Orang Indonesia Karena Bertanya Tentang Game Bayonetta
» Director Resident Evil Requiem Sebut Leon Masih Bisa Beraksi Di Usia 70 Tahun
» Kisah Mengharukan Gamer Berusia 55 Tahun Bermain Pragmata
» Aktor Ben Star: Game Tidak Butuh Adaptasi Live Action

Seperti versi klasiknya, remake Resident Evil 4 juga ngasih kebebasan buat pemain buat ngejual segala macam treasure ke merchant demi ngebuka upgrade senjata dan barang-barang gila lainnya. Salah satu item paling ikonik tentu rocket launcher sekali pakai yang bisa ngehapus sebagian besar boss hanya dengan satu tembakan, dengan harga sekitar 160.000 ptas per unit.

Buat pemain, itu investasi sekali beli yang sering kali bikin hidup jauh lebih gampang. Buat merchant, itu berarti harus selalu siap stok barang mahal sambil terus beli rongsokan dan perhiasan dari semua orang yang mampir ke lapaknya.

Menariknya, statistik ini makin nekenin betapa pentingnya peran merchant di mata komunitas. Dia bukan cuma NPC tukang jualan; karakternya sudah jadi bagian identitas seri ini, terutama lewat catchphrase klasik seperti “What're you buyin'?” dan “Not enough cash, stranger!” yang terus diingat fans sampai sekarang. Di remake, kehadirannya tetap jadi momen yang selalu bikin pemain merasa aman titik atau tempat rehat di antara kekacauan desa dan kastil, sambil ngitung-ngitung apakah cukup uang buat upgrade shotgun atau beli case lebih besar?

Ironisnya, sementara merchant di Resident Evil 4 Remake masih beroperasi dengan gaya lama (tukar-menukar barang secara langsung) game baru Resident Evil Requiem justru mengganti sistem ini dengan komputer yang mengurus jual-beli saat pemain mengendalikan Leon. Secara in-universe mungkin lebih “efisien”, tapi buat banyak fans, hilangnya sosok merchant karismatik terasa seperti kehilangan bagian penting dari pesona seri ini.

Capcom sendiri sebelumnya sudah memposisikan Resident Evil 4 Remake sebagai salah satu karya terbaik mereka, sampai-sampai game ini dapat nilai 10/10 dari media besar saat rilis 2023 lalu. Perpaduan aksi intens, horor, pacing yang rapat, plus kehadiran karakter-karakter ikonik seperti Leon, Ashley, dan tentunya si merchant, bikin pengalaman ulang ini terasa segar tapi tetap familiar

Baca ini juga :


» Rumor Devil May Cry 1 Dirumorkan Mendapat Project Remake
» Hideki Kamiya Block Orang Indonesia Karena Bertanya Tentang Game Bayonetta
» Director Resident Evil Requiem Sebut Leon Masih Bisa Beraksi Di Usia 70 Tahun
» Kisah Mengharukan Gamer Berusia 55 Tahun Bermain Pragmata
» Aktor Ben Star: Game Tidak Butuh Adaptasi Live Action

Fakta kalau kita sekarang tahu merchant “secara resmi” nyangkut utang triliunan ptas (yang kalau dibawa ke rupiah nilainya bisa nyalip APBD banyak kota), jadi bikin lore kecil di balik layar ini makin lucu untuk dibayangkan.

Jadi, lain kali Lo mampir ke lapaknya dan dia nanya, “What're you buyin', stranger?”, mungkin Lo bakal keinget kalau di balik tawa dan diskon spesial, ada pedagang misterius yang diam-diam lagi jungkir balik nutupin minus 3 triliun ptas di buku besar keuangannya. Mungkin sudah saatnya kita berhenti terlalu sering jual-jualin perhiasan kombinasi sempurna… atau malah tambah sering, biar utangnya makin absurd dan legenda merchant Resident Evil 4 makin hidup di kalangan fans.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru