




Fenomena perburuan Pokemon Trading Card Game kembali memanas di Indonesia, bahkan kini sampai menarik perhatian pemerintah. Di tengah lonjakan harga kartu yang bisa menembus ratusan juta hingga miliaran rupiah, Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan akan ada langkah pengawasan lebih lanjut.
Pernyataan tersebut muncul setelah kabar viral mengenai transaksi kartu Pokémon dengan nilai fantastis. Budi menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan pengecekan melalui Direktorat Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), meski detail langkah teknisnya masih akan dibahas lebih lanjut dalam rapat internal.
"Ya sudah, nanti kita cek lagi ya pengawasannya ya," ujar Budi kepada CNBC Indonesia

Kembalinya tren ini tidak terjadi begitu saja. Setelah sempat meredup pasca booming Pokémon GO pada 2016–2017, minat terhadap kartu koleksi kini kembali melonjak, terutama di tahun 2026. Momentum perayaan 30 tahun Pokémon, ditambah promosi dari artis dan influencer, ikut mendorong hype yang signifikan di kalangan kolektor.
Dampaknya terasa langsung di pasar. Aktivitas jual beli kartu kini kembali ramai, baik di event komunitas, toko fisik, hingga platform online. Harga kartu langka pun melonjak drastis. Di beberapa event, satu set kartu tertentu bahkan bisa mencapai Rp1,5 miliar, sementara di marketplace, kartu edisi spesial kerap dibanderol ratusan juta rupiah.
Baca ini juga :
» Road to Worlds! Kualifikasi WCS 2026 Sudah Dimulai di Yu-Gi-Oh! MASTER DUEL
» LumenTale: Memories of Trey Mungkin Bisa Jadi Game Alternatif Pokemon Bagi Kalian
» Gak Dapet Charizard, Pria Florida Ini Malah Bobol Toko Pokémon Pakai Gergaji Mesin
» Taktik The Pokemon Company Lawan Scalper, Wajib Bawa Kartu Identitas!
» Pihak Bandara Soekarno Hatta Tahan Kartu Pokemon Senilai Rp 1.2 Miliar Rupiah
Faktor kelangkaan menjadi salah satu penentu utama nilai kartu. Karakter populer seperti Pikachu dan Charizard terus diburu, terutama jika jumlah produksinya terbatas. Selain itu, sistem grading—yang menilai kondisi fisik kartu oleh lembaga seperti PSA—juga sangat memengaruhi harga jual di pasar kolektor.
Namun di balik hype tersebut, muncul risiko yang tidak bisa diabaikan. Tingginya nilai transaksi membuka peluang terjadinya penipuan, khususnya dalam jual beli online. Inilah yang menjadi salah satu alasan pemerintah mulai turun tangan untuk memastikan ekosistem perdagangan tetap aman bagi para kolektor.
Dengan pasar yang kembali panas dan nilai transaksi yang semakin besar, langkah pengawasan ini bisa jadi penentu penting dalam menjaga keseimbangan antara hobi, investasi, dan perlindungan konsumen di dunia kartu Pokémon.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Road to Worlds! Kualifikasi WCS 2026 Sudah Di...