




Seorang pria di Halifax, Kanada, akhirnya dibebaskan dari semua tuduhan setelah menghabiskan 18 bulan di penjara karena kesalahan kecil yang sulit dipercaya. Kasus ini bermula dari investigasi polisi Amerika Serikat terhadap seorang pria yang diduga melakukan percakapan seksual dan mengirimkan konten eksplisit ke seorang anak perempuan berusia 12 tahun melalui platform pesan Kik pada tahun 2018.
An innocent man spent 18 months in prison because police misread his Skyrim user name https://t.co/dcpZHhSJIK
— PC Gamer (@pcgamer) July 29, 2026
Masalahnya ada di nama pengguna atau username akun Kik yang digunakan pelaku. Pelaku sebenarnya menggunakan username dengan dua garis bawah atau underscore di antara kata fus dan ro, tapi saat polisi mencoba melacak email dan alamat IP yang terhubung dengan akun itu, mereka salah mengambil data milik Brandon Klayme yang punya username hampir identik, hanya beda satu garis bawah.
Polisi Wisconsin kemudian mengidentifikasi Klayme sebagai tersangka berdasarkan username yang salah itu. Meski anak perempuan tersebut sudah memberikan deskripsi fisik pelaku, penyelidikan tidak bisa dilakukan lebih lanjut karena kondisi kesehatan mental anak itu yang sedang dalam perawatan akibat depresi berat.
Klayme ditangkap pada Februari 2020 oleh polisi Halifax dan kemudian dijatuhi hukuman 18 bulan penjara setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan merayu anak, menyediakan konten seksual ke anak di bawah umur, dan memiliki pornografi anak. Dia selalu menolak terlibat dalam kasus ini sejak awal, tapi bukti digital yang salah mengarahkan padanya.
Baca ini juga :
» TOKYO GAME SHOW 2026: Perayaan Anniversary ke-30 dengan Durasi Terpanjang dalam Sejarah!
» Game Gratis di Epic Games Malah Bikin Penjualan di Steam Melonjak? Ini Alasannya!
» Dari SimCity ke Balai Kota: Kisah Zohran Mamdani, Calon Walikota New York yang Terinspirasi Game Klasik!
» Ngeri-Ngeri Futuristik! Korea Selatan Membuat Polisi Hologram Untuk Menurunkan Angka Kriminal
» Komdigi Intensif Perangi Judi Online: Tim Khusus 113 Orang & Bantuan AI Siaga 24 Jam
Baru pada awal tahun ini, tim pengacara Klayme menemukan perbedaan username saat menyiapkan argumen untuk pengajuan banding. Mereka bingung kenapa bukti forensik digital mengarah ke Klayme padahal dia terus membantah keterlibatannya. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata ada kesalahan penulisan satu garis bawah di subpoena atau perintah pengadilan yang diajukan polisi Wisconsin.
Panel pengadilan banding Nova Scotia yang terdiri dari tiga hakim memutuskan bahwa tidak ada bukti sama sekali yang menghubungkan Klayme dengan anak perempuan itu, percakapan Kik, atau gambar eksplisit yang jadi inti kasus. Dalam keputusan mereka, para hakim menyatakan bahwa Klayme secara faktual tidak bersalah dan seharusnya tidak pernah dituntut apalagi dihukum.
Kasus ini akhirnya berakhir dengan pembebasan total Klayme dari semua tuduhan, dan semua hukuman serta perintah tambahan terhadapnya dibatalkan. Yang menarik, menurut dokumen pengadilan, username yang benar seharusnya mengarah ke seseorang di California, bukan Klayme di Halifax.
Klayme sendiri menyebut ini sebagai kesalahan kecil yang mengubah jalan hidupnya. Kasus ini jadi pengingat penting betapa detail sekecil apa pun di dunia digital bisa punya konsekuensi besar, terutama dalam investigasi kriminal yang melibatkan bukti digital.
Gimana? menarik banget, kan? selain artikel ini, KotakGame juga ada video seru loh, yuk lah tonton!
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
TOKYO GAME SHOW 2026: Perayaan Anniversary ke...