NEWS

Qualcomm Bekerja Sama dengan Tencent dan Vivo akan Mengembangkan AI yang Jago Main AOV!

Bill13   |   Senin, 22 Apr 2019


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!
Dalam Qualcomm AI Day di Shenzhen, mereka mengumumkan adanya Project Imagination, yang diuji menggunakan smartphone VQ terbaru yang kuat dan berkinerja tinggi, IQOO. Smartphone ini dibuat khusus untuk permainan mobile dan akan menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 855 dan mesin AI generasi keempat.

Dengan dua produsen lainnya, game online Tencent akan menguji Project Imagination AI melalui MOBA Arena of Valor (AOV) yang dikenal di China sebagai Honor of Kings. Tencent juga akan memberikan dukungan untuk pengembangan AI melalalui kantor mereka di Shenzhen dan Seattle.

Baca ini juga :

» Boss Tencent dan PUBG Mobile, Ma Huateng Geser Posisi Jack Ma Sebagai Orang Terkaya di Tiongkok!
» Transfer MOBA Analog! Deretan Pro Player AOV yang Pindah ke Mobile Legends: Bang Bang
» Mundur dari EVOS Esports Divisi AOV, Hanss Tertangkap Kamera Bersama EVOS Divisi MLBB Untuk MDL
» Masih Belum Kondusif, Timnas Esports AOV dan PES Batal Berangkat ke E-Masters Chengdu
» Dapet Mukjizat, Ini 7 Comeback Paling Gila yang Pernah Ada di Turnamen Esports

Selain menguji AI melalui Project Imagination, Vivo juga ikut turut andil dengan memiliki tim esports yang semuanya AI yang diberi nama Supex. Manajer Umum Inovasi Kreatif Vivo, Fred Wong mengatakan bahwa Supex akan memberikan pengalaman kompetisi yang lebih baik untuk esports seluler.

Project Imagination dan Supex akan datang dengan mengikuti perkembangan yang serupa di kancah MOBA, terutama dengan OpenAI DOTA 2 yang menjadi berita utama tahun lalu ketika mengalahkan orang asli, dan baru-baru ini mereka mengalahkan Juara Internasional 2018, OG.

Walaupun ada batasan untuk variabel-variabel tertentu termasuk hero yang bisa dipilih, namun ditemukan fakta bahwa OpenAI mampu belajar pada tingkat 180 tahun gameplay per haru telah menarik minat banyak orang baik di dalam maupun di luar esports dalam pengembangan AI semacam ini.

(KotakGame)

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru