NEWS

Anak Kembar Ini Berhasil Melunasi Hutang Orang Tua Mereka dari Hasil Game Online yang Dibuatnya!

Bimo Mahardika   |   Selasa, 24 Nov 2020


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!
Kebanyakan anak muda zaman sekarang sepakat bahwa saat ini mereka sedang dihantui rasa khawatir mengenai apakah dalam waktu dekat mereka bisa memiliki sebuah rumah sendiri dengan hasil jerih payah mereka atau tidak.

Namun hal ini sepertinya tidak berlaku untuk si kembar Ben dan Matthew Horton yang malah berhasil melunasi hipotek orang tua mereka atas rumah mereka di Norfolk. Sebagai informasi, hipotek merupakan instrumen utang yang jaminannya berupa properti yang biasanya berhubungan dengan kepemilikan rumah.

Baca ini juga :

» Game Lokal Legend of Cendrawasih Resmi Ubah Nama
» Segar-Segar! Suntikan Dana Mengalir Untuk Roblox Sebesar 7 Miliar Rupiah!
» Tambah Kesan Elegan Dan Limited Edition, SUP3R5 Jual PS5 Kustomisasi Warna Hitam!
» [Kotak Game Editors Choice Award 2020] The Best Indonesia Online PC Game
» Jenius! Orang Ini Buat Game Escape Room Cuma Dengan Google Docs, Berani Coba?

Si kembar identik Ben dan Matthew memang sudah putus sekolah pada usia 16 tahun (Sekarang usia mereka 20 tahun). Namun mereka sudah berhasil menghasilkan uang sebesar 100.000 usd atau setara dengan 1,4 miliar setahun belakangan.

Sebenarnya, keudanya sudah mulai menghasilkan uang sejak mereka berusia 13 tahun. Melalui game online yang dibuatnya. Mereka meminta 5 usd setiap fitur yang dibuka / ditambahkan oleh tiap pemain. Melalui film game petualangan The Last Guest buatan Matt dan Video Game Guest World buatan Ben pada Roblox semua ini mereka dapatkan.

Dengan Matthew yang terus belajar dalam hal membuat video, dan Ben yang terus meningkatkan kemampuan pemrogramannya. Kini kesuksesan mereka terus berkembang, dan keduanya berharap bisa pindah ke LA tempat dimana pusat industri game berada.

Awalnya, ayah mereka kaget ketika anak-anaknya memiliki uang yang cukup banyak di Bank dan mengira bahwa anak-anaknya telah menjual Narkoba.

“Ketika saya menunjukkan kepada ayah saya bahwa kami akan mendapatkan uang sebesar 600 usd, dia pikir itu pasti dari penjualan narkoba.” Ujar Matthew.

Pada awal pendapatan mereka, keduanya memang tidak langsung memberikan penghasilannya itu untuk orang tua mereka. Keduanya menghabiskan uang yang didapat untuk membeli permen sebanyak satu bak penuh dan 5000 marshmallow.


Sumber: Oblivious

Sumber: Mirror

*

Selain berita utama pada artikel ini, Kru KotGa juga punya pembahasan menarik yang bisa kamu tonton pada video di bawah ini.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru