NEWS

Aniplex Jelaskan Kenapa Mereka Ajukan Tuntutan Terhadap Pembuat Kue yang Menggunakan Karakter KnY!

Edward Tirtabudi   |   Senin, 29 Nov 2021


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!
Awal bulan ini memang sempat ada laporan bahwa seorang wanita telah ditangkap dan dituntut di Jepang karena melanggar Undang-Undang Hak Cipta dengan menggunakan karakter dari Kimetsu no Yaiba dalam produknya. Wanita itu telah menjual kue antara 13.000 dan 15.000 yen (antara 1.6 Juta Rupiah dan 1.9 Juta Rupiah) masing-masing di Instagram.


Baca ini juga :

» YouTuber Yang 150 Videonya Diklaim Hak Cipta Oleh TOEI Animation Berhasil Mendapatkan Kemenangan!
» Walau Banyak Dikomplain, Demon Slayer dan World End Harem Menjadi Anime Paling Banyak Ditonton
» Setelah Nezuko Dewasa Di Komplain, Kini Netizen Mengeluhkan Tempo Cerita Kimetsu No Yaiba Yang Lamba
» Game Anime 3D Action Homura Hime Diumumkan Untuk PC
» Pengguna Twitter Sebut Karakter Anime dari Tiongkok Mirip dengan Eren Yeager

Wanita tersebut mengungkapkan bahwa ia membuat pesanan tersebut atas permintaan pelanggan lewat Instagram dengan mengirimkan gambar yang mereka inginkan sebagai dekorasi kuenya. Ia mengakui bahwa yang ia lakukan memang tindak kriminal, namun itulah cara tercepat untuk dapat menjual seluruh kuenya dengan bermodalkan dekorasi anime.


Sumber: Livedoor

Kasus ini menjadi viral di Jepang, dan Aniplex, salah satu perusahaan yang produksi franchisenya menjelaskan mengapa mereka utuskan untuk melanjutkan dengan cara ini. " Menurut undang-undang hak cipta, perbuatan meniru suatu ciptaan yang sudah ada disebut "reproduksi". Bahkan meniru suatu ciptaan adalah reproduksi jika sifat-sifat dasarnya dianggap sama. Pemegang hak cipta berhak untuk reproduksi ciptaan tersebut di pekerjaan, kecuali dalam hal-hal yang sangat khusus. Ketika ditanyai, Aniplex memberikan alasan berikut keputusannya untuk menuntut kejahatan tersebut.

(1) Menerima pesanan “secara langsung”, di mana tidak ada orang lain yang dapat melihat komunikasi dengan pelanggan, dan tidak mengungkapkan kantor penjualan.
(2) Posting banyak gambar/foto tentangnya.

Dalam keadaan ini, dia menjelaskan bahwa pembuat roti itu "jahat" dan menyimpulkan: "Kami khawatir bahwa penggunaan properti intelektual ilegal dalam pembuatan dan penjualan produk tersebut tidak diketahui. Kami pikir itu adalah langkah yang baik dalam hal meningkatkan kesadaran tentang masalah tersebut".

Sumber: Somoskudasai

Jangan lupa juga untuk ikuti Giveaway dari KotakGame. Cek video dibawah ini ya:

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru