Penerbit game asal Korea Selatan, Nexon, telah didenda sebesar 11,6 miliar won atau 137,2 miliar rupiah karena telah memanipulasi drop item rate dan loot box dalam game tanpa memberi tahu para pemain. Praktik ini diperkirakan telah memengaruhi game seperti MapleStory dan Bubble Fighter selama bertahun-tahun.
Dilansir dari
Siliconera, menurut Korean Fair Trade Commission, Nexon telah mengubah drop item rate dari loot box dan mekanisme gacha lainnya dalam beberapa gamenya, termasuk mengurangi kemungkinan beberapa item muncul menjadi 0%, tanpa mengungkapkan update kepada pemain sebelumnya.
Baca ini juga :
» Samsung Resmi Rilis Z TriFold: Ponsel Lipat dengan Tiga Layar dan Dua Engsel!
» Ragnarok Abyss, Game Mobile ARPG Open World, Resmi Umumkan CBT 10-18 Desember 2025!
» Resmi Rilis di Asia Tenggara, Sword of Justice Pamerkan Seri Video yang Dibintangi Aktris Baifern
» Kuat dan Ramping: realme 15T 5G Debut 30 Oktober 2025, Baterai 7000mAh dalam Smartphone Paling Tipis
» Resmi! Sword of Justice Akan Rilis Pada 7 November 2025 Untuk Android, iOS dan PC
Nexon sendiri telah menerima keputusan tersebut dan meminta maaf kepada pelanggannya, tetapi mengatakan bahwa mereka mungkin akan mengajukan banding, dengan klaim bahwa perusahaan tidak diwajibkan untuk mengungkapkan informasi probabilitas pada saat itu.
Nexon lebih dikenal di Barat sebagai penerbit game seperti Blue Archive, Dave the Diver, dan MapleStory. Nexon juga menerbitkan game seluler Dynasty Warriors M, yang diluncurkan secara global akhir tahun lalu.