NEWS

Take-Two Interactive Tutup Dua Studio Dibalik Game Rollerdrome dan Kerbal Space Program 2!

Rahmat Handiko    |   Jumat, 03 May 2024


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Publisher Take-Two Interactive telah memutuskan untuk menutup studio Roll7, yang bertanggung jawab atas game Rollerdrome, dan tim Kerbal Space Program 2, Intercept Games. Keputusan ini dilaporkan oleh Bloomberg berdasarkan dokumen.

Roll7, yang berbasis di London, didirikan pada tahun 2008 oleh Tom Hegarty dan Simon Bennett. Studio ini dikenal sebagai pembuat game OlliOlli, OlliOlli World, dan Rollerdrome. Game-game ini, semuanya mengandalkan mekanisme berbasis wheel, telah mendapatkan pengakuan atas kualitasnya. OlliOlli menjadi hit pada konsol PlayStation Vita pada tahun 2014, sementara OlliOlli World diluncurkan pada awal 2022 sebagai platformer skateboard yang unik dan artistik. Rollerdrome sendiri menjadi salah satu favorit pada tahun 2022 dengan gameplay third-person rollerskating-and-gunplay yang inovatif dan terlihat seperti film fiksi ilmiah distopia tahun 1970-an.

Selama bertahun-tahun, Roll7 telah meraih banyak penghargaan bergengsi, termasuk kemenangan di BAFTA dan DICE. Roll7 juga dikenal karena kemampuannya menciptakan game aksi yang sangat halus. Take-Two mengakuisisi Roll7 pada November 2021 dan menjadikannya anak perusahaan Divisi Swasta. Namun, rencana penutupan Roll7 akan diikuti dengan tawaran paket pesangon kepada staf.

Intercept Games, yang berbasis di Seattle, adalah pengembang di balik Kerbal Space Program 2, sebuah game simulasi penerbangan populer yang masih dalam tahap akses awal di Steam. Intercept didirikan oleh Take-Two pada tahun 2020 khusus untuk mengelola Kerbal Space Program 2, yang telah menerima pembaruan sejak dirilis pada Februari 2023.

Baca ini juga :


» Membanggakan! Anak Tanjung Pinang Menang Kontes Pengembang Apple!
» CEO Take-Two Pastikan Harga GTA 6 Bakal Reasonable, Sepadan Dengan Yang Ditawarkan Dalam Game!
» Riot Perlihatkan Cuplikan Replay System Valorant yang Lagi Dikerjakan dan Masih Banyak Bug!
» Dev. Indonesia Pamer Konsep Game Action Yang Terinspirasi dari The Raid dengan nama Condemned!
» Take-Two Interactive Layoff 5% Karyawan dan Cancel Beberapa Game! Layoff Udah Jadi Trend?

Meskipun Take-Two belum secara resmi mengonfirmasi penutupan Intercept Games, perusahaan tersebut telah mengajukan pemberitahuan di negara bagian Washington tentang rencana untuk memberhentikan 70 orang dan menutup tempat usaha mereka secara permanen. Beberapa pengembang Kerbal juga telah mengonfirmasi keberangkatan mereka baru-baru ini. Meskipun demikian, Divisi Swasta akan tetap melanjutkan pembaruan Kerbal Space Program 2, sesuai dengan pernyataan Take-Two.

Take-Two adalah salah satu perusahaan video game terbesar di dunia dengan pendapatan mencapai $5,3 miliar tahun lalu. Perusahaan ini memiliki waralaba besar seperti Grand Theft Auto dan memiliki studio terkenal seperti Rockstar Games, 2K, Private Division, Zynga, dan Gearbox Software. Pada bulan Maret, Take-Two mengakuisisi Gearbox Software dengan harga $460 juta. Grand Theft Auto VI, yang sangat dinanti-nantikan, diperkirakan akan mendatangkan pendapatan besar bagi Take-Two pada tahun 2025.

Pada bulan April, Take-Two mengumumkan rencana untuk mengurangi tenaga kerjanya sebesar 5 persen, atau sekitar 600 karyawan, pada akhir tahun 2024. Beberapa proyek yang sedang dikembangkan juga dibatalkan. Ketika rencana pengurangan tenaga kerja ini diumumkan bulan lalu, Take-Two tidak menyebutkan studio mana yang akan terpengaruh. Namun, kini diketahui bahwa Roll7 dan Intercept termasuk di antara studio yang terdampak. Take-Two juga memberhentikan beberapa karyawan Divisi Swasta pada tahun 2023.

Sejauh ini, industri video game telah memberhentikan sekitar 9.400 orang pada tahun 2024, sementara 10.500 pekerja kehilangan pekerjaan pada tahun 2023. Perusahaan besar seperti Sony, Microsoft, dan Riot Games telah memberhentikan sekitar 3.300 karyawan tahun ini. Dampak dari restrukturisasi Embracer Group juga masih terus terasa, dengan banyak studio yang tutup dan lebih dari 1.400 pekerja kehilangan pekerjaan.



Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru