




Ubisoft terus menunjukkan dedikasi mereka dalam menciptakan pengalaman yang mendalam dan penuh penghormatan terhadap budaya Jepang Feodal melalui game terbaru mereka, Assassin's Creed Shadows. Meskipun begitu, Ubisoft menekankan bahwa game ini tidak pernah dimaksudkan sebagai representasi faktual dari sejarah atau tokoh-tokoh sejarah.
Ubisoft telah menyampaikan pesan penting kepada komunitas Jepang melalui platform media sosial X (sebelumnya Twitter). Pesan ini berisi penjelasan terkait beberapa kontroversi yang muncul seputar Assassin's Creed Shadows, yang berlatar belakang Jepang Feodal.
The Assassin's Creed Shadows team has a message for our Japanese community. pic.twitter.com/AIyWNU9YhG
— Assassin's Creed (@assassinscreed) July 23, 2024
Mereka menekankan bahwa meskipun seluruh seri Assassin's Creed mengambil inspirasi dari sejarah, game ini dirancang untuk memicu rasa ingin tahu dan mendorong pemain untuk belajar lebih banyak tentang latar belakang sejarah tersebut, bukan untuk memberikan representasi faktual.
Dalam pesan tersebut, Ubisoft menegaskan kembali bahwa tujuan utama Assassin's Creed Shadows adalah memberikan pengalaman bermain yang menghibur dengan narasi fiksi yang menarik. Setting Jepang Feodal digunakan sebagai latar belakang untuk menghidupkan cerita yang penuh dengan petualangan dan intrik. Dengan elemen-elemen fiksi yang kaya, Ubisoft berharap para pemain akan terpesona dengan dunia yang mereka ciptakan.
Baca ini juga :
» Ubisoft Dirumorkan Menyiapkan Far Cry 7 Untuk Tahun 2027
» Berburu Harta Karun ala Edward Kenway, Ubisoft Siapkan Hadiah 500.000 Dolar?!
» TOKYO GAME SHOW 2026: Perayaan Anniversary ke-30 dengan Durasi Terpanjang dalam Sejarah!
» Assassin's Creed: Invictus Terancam Batal Setelah Dianggap Jelek Player Playtest
» Ubisoft Terus Ngegas? Setelah Black Flag, Assassins Creed 1 Dirumorkan Juga Dapat Remake!?
Ubisoft menyadari bahwa beberapa elemen pemasaran Assassin's Creed Shadows menimbulkan kekhawatiran di kalangan komunitas Jepang. Mereka menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul dan menegaskan kembali bahwa seri ini selalu menggabungkan lisensi kreatif dan elemen fantasi untuk menciptakan pengalaman bermain yang unik.
Salah satu contoh adalah karakter Yasuke, yang di dalam game digambarkan sebagai seorang samurai. Meskipun status Yasuke sebagai samurai masih menjadi bahan perdebatan sejarah, Ubisoft mengintegrasikan tokoh ini ke dalam narasi untuk menambah kedalaman cerita dan memberikan variasi dalam gaya permainan.
Assassin's Creed Shadows dijadwalkan akan diluncurkan pada tanggal 15 November untuk berbagai platform, termasuk PC, PlayStation 5, Xbox Series X, dan Xbox Series S.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Ubisoft Dirumorkan Menyiapkan Far Cry 7 Untuk...