




Pendiri sekaligus CEO Telegram, Pavel Durov, baru-baru ini menyoroti fenomena startup AI asal China, DeepSeek, yang membuat Amerika Serikat waspada. Menurut Durov, kemajuan pesat China dalam bidang kecerdasan buatan (AI) bukanlah sesuatu yang mengejutkan.
Melalui saluran resminya di Telegram, Durov menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang mendorong keunggulan China dalam AI adalah sistem pendidikan mereka. "Sistem pendidikan menengah di China jauh lebih unggul dibandingkan negara-negara Barat. Sistem ini menanamkan persaingan ketat di antara para siswa, sebuah metode yang sangat efektif yang pernah diterapkan di era Soviet," ungkap Durov.
Sistem pendidikan yang kompetitif ini, menurutnya, telah melahirkan generasi siswa yang unggul dalam bidang matematika dan sains, hingga mendominasi olimpiade pemrograman internasional.
Sebaliknya, di banyak negara Barat, termasuk AS, sistem pendidikan justru cenderung menghindari kompetisi di antara siswa. Beberapa sekolah bahkan melarang publikasi nilai dan peringkat akademik untuk melindungi siswa dari tekanan sosial. Namun, menurut Durov, pendekatan ini bisa berdampak negatif karena mengurangi motivasi siswa untuk berprestasi.
Baca ini juga :
» Kolaborasi Epik! AiAi Super Monkey Ball Kini Hadir di Sonic Racing: CrossWorlds – Diskon 40%!
» Elon Musk & Bos Telegram Sebut WhatsApp Tidak Aman?
» OpenAI Siapkan "Mode Dewasa" ChatGPT: Percakapan Lebih Terbuka, Verifikasi Usia Jadi Kunci
» ChatGPT dan Duolingo Terancam Diblokir di Indonesia oleh Komdigi
» Openai Akan Segera Perbolehkan Obrolan R18 Di ChatGPT Mulai Bulan Desember Ini!
"Menang dan kalah adalah bagian dari kehidupan. Menghindari persaingan justru dapat membuat siswa terbaik kehilangan motivasi. Tanpa kompetisi yang sehat, sekolah mungkin terasa kurang bermakna bagi mereka yang berambisi tinggi," tambahnya.
Durov juga menyoroti bagaimana sistem pendidikan yang kurang kompetitif dapat membuat anak-anak lebih tertarik pada permainan berbasis kompetisi, termasuk video game. Hal ini menunjukkan bahwa semangat bersaing tetap ada, tetapi diarahkan ke bidang yang berbeda.
Dengan semakin berkembangnya teknologi AI, China terus memperkuat posisinya sebagai pesaing utama AS di bidang ini. Pernyataan Durov semakin memperjelas bahwa pendidikan yang kompetitif berperan besar dalam mencetak generasi inovator masa depan.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Kolaborasi Epik! AiAi Super Monkey Ball Kini ...