NEWS

Setelah 2 Dekade, Akhirnya Microsoft Akan Resmi Tutup Skype Pada 5 Mei 2025

Rahmat Handiko    |   Sabtu, 01 Mar 2025


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Setelah lebih dari dua dekade menjadi salah satu platform komunikasi paling ikonik di dunia, Skype akan secara resmi dihentikan oleh Microsoft pada 5 Mei 2025. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menyederhanakan layanan komunikasi dan lebih berfokus pada pengembangan Microsoft Teams, yang kini menjadi platform utama untuk panggilan dan kolaborasi daring.

Skype pertama kali diperkenalkan pada tahun 2003 dan segera merevolusi cara orang berkomunikasi lintas negara dengan panggilan suara dan video berbasis internet. Dengan cepat, platform ini mengguncang industri telepon rumah dan menjadi pilihan utama bagi pengguna individu maupun bisnis. Pada puncaknya, Skype memiliki ratusan juta pengguna di seluruh dunia dan bahkan sempat menjadi sinonim dengan panggilan video, di mana "meng-Skype" seseorang menjadi istilah umum layaknya "mencari di Google".

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, popularitas Skype terus merosot akibat munculnya platform yang lebih intuitif dan lebih sesuai dengan era smartphone, seperti Zoom, Slack, Google Meet, dan FaceTime. Teknologi yang mendasari Skype dianggap kurang fleksibel dibandingkan pesaingnya, yang lebih mudah diakses dan memiliki integrasi lebih baik dengan perangkat modern.

Saat pandemi COVID-19 melanda dan mendorong lonjakan kebutuhan komunikasi daring, Microsoft beralih fokus pada pengembangan Microsoft Teams. Platform ini diintegrasikan secara agresif dengan ekosistem Microsoft 365, memberikan kemudahan bagi pengguna korporat yang sebelumnya bergantung pada Skype untuk keperluan bisnis. Sejak dirilis pada 2017, Teams dengan cepat menjadi prioritas utama Microsoft dan kini memiliki lebih dari 320 juta pengguna aktif bulanan.

Baca ini juga :

» Bill Gates Rekrut Sri Mulyani Jadi Dewan Direksi Gates Foundation
» Mengapa 500 Juta PC Enggan Beralih ke Windows 11? Ini Alasannya!
» Karyawannya Kena PHK Massal, CEO Microsoft Malah Naik Gaji
» Belum Lama Windows 11 Versi 25H2 Rilis, Banyak Fitur Penting yang Rusak!
» Microsoft Bersiap Umumkan Fitur Input Dengan AI di Windows?

Dengan pertumbuhan pesat Teams, Skype semakin terpinggirkan. Bagi banyak orang, keputusan untuk menghentikan Skype mungkin terasa mengejutkan, terutama mengingat posisinya yang dahulu dominan di pasar komunikasi digital. Namun, Microsoft telah lama mengalihkan fokusnya ke platform yang lebih kompetitif dan relevan dengan kebutuhan komunikasi masa kini.

Microsoft mengakuisisi Skype pada tahun 2011 dengan harga fantastis, yakni $8,5 miliar, mengalahkan Google dan Facebook dalam persaingan untuk mendapatkan layanan ini. Saat itu, Skype memiliki sekitar 150 juta pengguna bulanan. Namun, sejak saat itu, basis pengguna Skype terus menurun, hingga hanya tersisa sekitar 23 juta pengguna aktif pada 2020, meskipun sempat mengalami kebangkitan singkat selama pandemi.

Microsoft pun mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan Skype ke dalam ekosistemnya secara menyeluruh. Persaingan dari Apple dan Google semakin ketat, dengan munculnya berbagai layanan komunikasi yang lebih inovatif. Ketika Microsoft memperkenalkan Teams, Skype semakin kehilangan daya tariknya di kalangan pengguna bisnis, yang menjadi basis utamanya.



Selain berita utama di atas, KOTAKGAME juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru