




Xiaomi semakin serius di industri kendaraan listrik (EV) setelah sukses meluncurkan model pertamanya. Kini, raksasa teknologi China tersebut dikabarkan sedang menjajaki kerja sama dengan Samsung untuk memperkuat bisnis mobil listriknya.
Menurut laporan dari media Korea Selatan, Chairman Samsung Electronics Jay Y. Lee dan CEO Xiaomi Lei Jun baru saja mengadakan pertemuan di pabrik produksi mobil listrik Xiaomi di Beijing. Pertemuan ini menandai langkah besar dalam kerja sama kedua perusahaan, terutama dalam pengembangan komponen utama untuk kendaraan listrik.
Samsung bukan pemain baru di industri EV. Perusahaan ini sudah lama memasok komponen penting seperti chip Exynos, baterai, layar, dan memori untuk berbagai perangkat. Xiaomi sendiri telah banyak menggunakan teknologi Samsung dalam produk ponselnya, termasuk layar AMOLED dan chip penyimpanan. Dengan sejarah kerja sama yang kuat, ekspansi ke industri mobil listrik bisa menjadi langkah logis bagi keduanya.
Namun, ada tantangan di pihak Samsung. Beberapa pihak di dalam perusahaan menentang restrukturisasi internal yang berencana memindahkan desain chip Exynos ke divisi Samsung MX. Langkah ini bisa menguntungkan divisi mobile mereka, tetapi berisiko menghambat penjualan chip Exynos ke pihak ketiga, termasuk Xiaomi.
Baca ini juga :
» CEO Xiaomi Beri Peringatan: Jangan Tunda Beli Smartphone Baru, Harga Diprediksi Bakal Melonjak!
» Lenovo Yoga Tab Segera Meluncur di Indonesia: Tablet AI Ringan untuk Kreativitas Tanpa Batas
» iPhone Fold Siap Debut Tahun Ini: Bocoran Desain Layar Lipat Apple yang Mirip iPad Mini!
» POCO X8 Pro Series Resmi Meluncur: Standar Baru Flagship Killer dengan Performa "Buas" dan Baterai Raksasa!
» POCO X8 Pro Series Siap Gebrak Indonesia 2 April 2026: Definisi Performa "Rata Kanan"!
Xiaomi telah menunjukkan potensinya di pasar EV dengan sukses besar dari model pertamanya, Xiaomi SU7. Dalam tahun pertamanya, mobil ini berhasil terjual hampir 137.000 unit, menghasilkan pendapatan sekitar USD 4,5 miliar. Xiaomi pun memasang target ambisius, dengan harapan menjual hingga 350.000 unit pada tahun 2025 dan melakukan ekspansi ke pasar internasional pada 2027.
Jika kolaborasi ini terwujud, Xiaomi bisa mendapatkan akses ke komponen-komponen berkualitas tinggi dari Samsung, sementara Samsung berpeluang memperluas pasar chip dan komponen semikonduktornya. Dengan latar belakang kerja sama yang sudah terjalin di industri ponsel, kesepakatan ini bisa menjadi langkah besar bagi kedua perusahaan dalam industri kendaraan listrik.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
CEO Xiaomi Beri Peringatan: Jangan Tunda Beli...