




Tren mengubah foto menjadi animasi dengan bantuan AI semakin populer belakangan ini. Namun, di balik keseruannya, terdapat risiko keamanan data yang patut diwaspadai. Pakar keamanan siber dari Kaspersky mengingatkan, meskipun banyak layanan AI terkenal menjamin perlindungan data, tetap saja risiko kebocoran data selalu ada akibat celah teknis atau serangan siber.
Lebih lanjut, Kaspersky menemukan banyak akun layanan AI yang dijual di dark web, berisikan riwayat percakapan pribadi dengan chatbot. Foto pribadi, terutama potret, bisa dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk penipuan identitas di media sosial. Meskipun satu foto saja belum cukup untuk aksi kejahatan, jika dikombinasikan dengan informasi pribadi lainnya, seperti data keuangan atau dokumen penting, risiko penipuan meningkat signifikan.
Baca ini juga :
» eFootball Buka Jalan Menuju FIFAe World Cup 2026: Challenger Series Resmi Dimulai!
» Assetto Corsa EVO Update 0.5: Mobil Baru, Sirkuit Ikonik, dan Perubahan Besar Mode Single Player!
» Square Enix Rilis 'KILLER INN' di Steam: Game Multiplayer Penuh Tipu Muslihat!
» Marvel Rivals Season 6.5: Elsa Bloodstone Siap Berburu di "Night at the Museum"!
» Blades of Fire Siap Hadir di Steam 14 Mei: Bawa Update 2.0 dan Demo Spesial!
Kaspersky pun membagikan sejumlah tips agar pengguna lebih aman saat memanfaatkan layanan AI:
Kesimpulannya, tren AI memang menarik, tapi selalu utamakan keamanan digital agar data pribadi tidak jatuh ke tangan yang salah.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
eFootball Buka Jalan Menuju FIFAe World Cup 2...