




Salah satu tim esports terbesar di dunia, Team Liquid, resmi kehilangan dukungan dari sponsor utama mereka, Honda, menyusul unggahan kontroversial dari pemain mereka, Liquid Dias, di platform media sosial X (dulu Twitter).
Baca ini juga :
» BTR dan RRQ Dikabarkan Tertarik Masuk MPL Malaysia, Siapa Menyusul?
» Dream Team Mode di SFCC 2026 Bikin Pemain Bebas Bangun Tim Versinya Sendiri
» Dominasi Tim Indonesia di APAC Predator League 2026: BOOM Esports & REKONIX Sabet Gelar Runner-Up!
» Resmi, M8 World Championship Digelar di Turki, Jadi M Series Pertama di Eropa
» Punya Masalah Mental dan Hilang Arah, Kai Cenat Pilih Rehat dari Dunia Streaming
Postingan yang Menyinggung
Dalam cuitannya, Liquid Dias menulis dalam bahasa Portugis:
"Ganhamos da Faze e perdemos para poderosíssima CAG, bola pra frente e até o proximo camp. ⏳"
Yang berarti:
"Kami menang dari Faze dan kalah dari CAG yang sangat kuat, terus maju dan sampai jumpa di turnamen berikutnya."
Namun, Dias juga menyisipkan GIF ledakan nuklir dalam unggahan tersebut—sebuah tindakan yang dianggap sangat tidak sensitif oleh publik, terutama mengingat CAG (Cyclops Athlete Gaming) adalah tim asal Jepang. Banyak yang menilai bahwa penggunaan simbol ledakan nuklir dalam konteks ini sangat menyinggung, mengingat sejarah tragedi bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.
Reaksi Honda: Putuskan Kerja Sama
Menanggapi kontroversi ini, American Honda Motor Co., Inc. (AHM) menyampaikan protes keras kepada Team Liquid dan menyatakan bahwa unggahan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai perusahaan. Meskipun Team Liquid dan Dias telah meminta maaf dan menghapus cuitannya, Honda tetap memutuskan untuk mengakhiri kerja sama sponsornya.
"Kami sangat meminta maaf atas segala pelanggaran yang mungkin telah terjadi, tidak hanya kepada komunitas esports, tetapi juga masyarakat Jepang dan dunia," tulis pihak Honda dalam pernyataan resminya.
Langkah Internal Team Liquid
Tak hanya kehilangan sponsor, Team Liquid juga mengumumkan langkah disipliner dan edukatif yang akan mereka lakukan secara internal. Dalam enam bulan ke depan, Team Liquid akan mengadakan pelatihan ulang wajib untuk seluruh pemain dan pelatih dari semua divisi game mereka.
“Tweet Lucas akan dimasukkan ke dalam kurikulum onboarding kami sebagai studi kasus nyata untuk mencegah insiden serupa di masa depan.”
Langkah ini menunjukkan keseriusan Team Liquid dalam menangani kasus ini, sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap komunitas esports global.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
BTR dan RRQ Dikabarkan Tertarik Masuk MPL Mal...