




Polemik soal kuota internet yang tiba-tiba hangus kembali bergulir, kali ini menyorot perusahaan telekomunikasi terbesar di Tanah Air, Telkomsel. Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDI Perjuangan, Sadarestuwati, mengungkapkan kecaman keras terhadap kebijakan operasional ini. Dalam rapat dengar pendapat bersama Direktur Utama Telkom, ia menegaskan bahwa praktik tersebut "kejam" karena meniadakan hak pengguna tanpa pemberitahuan memadai
Menurut Sadarestuwati, sisa kuota pelanggan yang belum habis seharusnya menjadi hak mereka—bukan dibatasi oleh jangka waktu secara otomatis. Pernyataan ini nyaris sama kerasnya dengan kritik yang biasa dilemparkan kepada promo ojek online yang sering dianggap “kejam”. Ia pun meminta Telkom memberikan kejelasan terkait nasib kuota yang tersisa: apakah benar-benar hangus dan masuk sebagai keuntungan perusahaan, atau justru disalahgunakan sebagai celah profit.
Sadarestuwati juga menyoroti realitas di daerah pelosok, di mana konektivitas masih menjadi barang mahal. Ia berkisah, bahwa ketika perlu menelepon, ia terpaksa lari ke luar rumah hanya untuk mendapat sinyal wifi. Hal ini mewakili kondisi jutaan masyarakat yang bergantung pada kuota dengan tetap menghadapi berbagai kendala akses.
Sebelumnya, ATSI (Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia) sempat membela kebijakan hangusnya kuota. Mereka menjelaskan bahwa aturan ini sudah sesuai dengan regulasi dari Kominfo dan BI terkait masa aktif paket prabayar. Selain itu, menurut mereka, kebijakan 'expire' ini umum di seluruh dunia dan diinformasikan secara publik, saat pembelian paket maupun melalui situs resmi operator.
Namun, penegasan anggota dewan seperti Sadarestuwati menilai bahwa penyampaian informasi tersebut belum cukup transparan dan sering terabaikan oleh masyarakat.
Baca ini juga :
» Sega Atlus Festival Jakarta 2026: Pesta Game Jepang Perdana yang Guncang Mall of Indonesia!
» Sokong Game Developer Lokal, Acer Predator Meriahkan Global Game Jam 2026 di Bandung
» Harga Game Asal Indonesia Ini Rp10 juta di Steam? Kok Bisa Harga Setinggi Itu?
» Waspada! BNPT Ungkap Ratusan Anak Terpapar Radikalisme Lewat Roblox Selama 2025
» Internet Rakyat (IRA): Solusi Internet 5G Murah Tanpa Kabel, Kecepatan Tembus 66 Mbps!
Jika tidak ditindaklanjuti, keluhan seperti ini bisa melemahkan citra Telkomsel sebagai operator unggulan. Pelanggan bisa jadi berpindah ke kompetitor yang menawarkan masa aktif lebih panjang dan lebih transparan. Selain itu, ada resiko turunnya kepercayaan publik terhadap regulasi digital bila pemerintah terkesan tutup mata.
Namun, jika Telkomsel dan regulator merespons dengan bijak untuk menyediakan pilihan masa aktif, memperjelas informasi kuota hangus, serta menawarkan kompensasi atau rollover, maka hal ini bisa menjadi nilai jual baru operator yang peduli konsumen.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Sega Atlus Festival Jakarta 2026: Pesta Game ...