




FBI ternyata pernah mengeluarkan peringatan serius bagi sekitar 10 juta pengguna perangkat Android murah dan tidak bersertifikasi untuk segera putus akses internet, setidaknya sementara, untuk menghindari risiko perangkat dijadikan sarang malware. Ancaman ini menyoroti berkembangnya botnet besar bernama BadBox 2.0, yang telah menginfeksi lebih dari satu juta perangkat, termasuk smart TV, tablet, dan perangkat IoT berbasis Android murah.
BadBox 2.0 merupakan malware yang biasanya sudah ditanamkan sejak awal pada perangkat Android yang dijual dengan harga rendah dari merek generik non-Google. Setelah perangkat dinyalakan, malware akan melakukan koneksi ke server jahat, lalu menjadikan perangkat sebagai proxy rumah tangga digital untuk aksi kriminal seperti iklan palsu otomatis, peretasan akun, atau routing trafik anonim. FBI menjelaskan bahwa mayoritas perangkat yang terinfeksi adalah perangkat Android yang tidak disertifikasi oleh Google Play Protect, membuat sistem proteksi dari Google tidak berfungsi.
Alasan utama ada dua. Pertama, agar perangkat tidak terus menjadi bagian botnet yang menyembunyikan operasi kriminal di belakang IP Anda. Kedua, untuk menghentikan penyebaran internal malware ini ke jaringan rumah. FBI memperingatkan bahwa meskipun kini koneksi internet Anda masih tampak normal, tiap detik bisa digunakan untuk melancarkan kejahatan digital tanpa disadari oleh pengguna, bahkan saat perangkat dalam kondisi standby sekalipun.
Baca ini juga :
» Game Indie Lokal Nominasi The Game Awards, A Space for the Unbound Mampir ke Android!
» Qualcomm Naikkan Harga Chipset Hingga Dua Digit per September 2026
» Scammer Bikin Malware Game Di Steam, Diciduk Oleh FBI!
» Review Lenovo Idea Tab Pro Gen 2: Tablet Android Rasa Laptop dengan Fitur AI dan WPS Office PC-Level
» Data Pengguna T1 Phone Bocor, Trump Mobile Malah Blunder Hadapi Krisis PR
Pengguna dengan perangkat Android yang dibeli dari merek tidak jelas, tanpa lisensi Google, tanpa pembaruan sistem, dan tanpa enkripsi adalah target utama. Ini mencakup model-model murah seperti TV box, proyektor Android, tablet generik, dan bahkan beberapa TV pintar lokal yang tidak menjalankan OS resmi. FBI memberi peringatan bahwa banyak perangkat ini datang dengan malware yang sudah tertanam, making cleanup sangat sulit bahkan sebelum digunakan.

Meskipun FBI telah berkoordinasi dengan Google dan perusahaan keamanan seperti Trend Micro untuk menghentikan komunikasi botnet dari 500 ribu perangkat, ancamannya masih berkembang karena perangkat baru terus dijual dan mudah dipakai oleh pengguna awam.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Game Indie Lokal Nominasi The Game Awards, A ...