NEWS

AI Juga Butuh Kepribadian, Bukan Cuma Otak! Itulah Alasan Sam Altman Kembalikan ChatGPT 4

Fakhri Mustaqim   |   Senin, 11 Aug 2025


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

OpenAI kembali membuat langkah mengejutkan di tengah hebohnya peluncuran model AI terbaru mereka, GPT-5. Sejak diumumkan awal bulan ini, GPT-5 digadang-gadang sebagai lompatan besar dalam kecerdasan buatan, menawarkan kemampuan reasoning yang lebih tajam, akurasi jawaban yang lebih konsisten, hingga performa menulis, menghitung, dan memprogram yang jauh lebih mumpuni dibanding generasi sebelumnya.

Namun kenyataannya, tidak semua pengguna merasa puas. Banyak yang justru mengaku rindu dengan GPT-4o model yang sebelumnya menjadi andalan ChatGPT karena satu alasan sederhana namun sangat penting, yaitu kepribadian. GPT-5 mungkin lebih pintar secara teknis, tetapi bagi sebagian pengguna, model ini terasa kaku, dingin, dan kehilangan sentuhan ramah yang membuat interaksi terasa seperti berbicara dengan “teman digital” daripada mesin.

Protes pun bermunculan di berbagai forum, media sosial, dan komunitas pengguna ChatGPT. Beberapa menyebut GPT-5 “terlalu formal” dan “kurang empati”, sementara yang lain merasakan responsnya menjadi terlalu singkat dan kering. Ada pula yang mengaku kehilangan gaya bercanda, kreativitas naratif, dan kedekatan emosional yang selama ini mereka rasakan dari GPT-4o.

Baca ini juga :


» MSI Prestige 14 Flip AI+ Vincent van Gogh Edition: Laptop AI 2-in-1 Berbalut Seni Mahakarya Klasik
» Ngeri! Kulkas Supermarket Bisa Kena Serangan Hacker, Stok Makanan Membusuk
» Buat Adobe Versi Gratis Pakai AI Biar Gak langganan
» AMD EPYC Gen 6 "Venice" Resmi Meluncur: Solusi CPU Tangguh untuk Era Agentic AI
» Sony PlayStation Patenkan AI NPC Yang Mampu Beradaptasi Secara Real Time

Mendengar gelombang kritik ini, CEO OpenAI Sam Altman turun langsung memberikan klarifikasi. Dalam unggahannya di platform X, Altman mengumumkan bahwa GPT-4o akan kembali tersedia untuk pelanggan ChatGPT Plus. Meski begitu, statusnya kini menjadi model “legacy” yang bisa dipilih secara manual oleh pengguna. OpenAI juga akan memantau tingkat penggunaan GPT-4o untuk menentukan berapa lama model tersebut akan tetap tersedia.

Kembalinya GPT-4o ini menjadi sinyal penting bahwa dalam dunia AI, kecanggihan teknis saja tidak cukup. Keberhasilan sebuah model tidak hanya diukur dari kecepatan memproses data atau ketepatan jawabannya, tetapi juga dari kemampuannya membangun hubungan yang menyenangkan dengan manusia. Pengguna ternyata menginginkan AI yang bukan hanya cerdas, tetapi juga hangat, ekspresif, dan terasa hidup.

Langkah OpenAI ini sekaligus menunjukkan bahwa mereka mau mendengarkan suara pengguna. Alih-alih memaksakan GPT-5 sebagai satu-satunya pilihan, mereka membuka ruang bagi personalisasi. Kini, pengguna bisa bebas memilih: GPT-5 untuk presisi dan kemampuan analisis maksimal, atau GPT-4o untuk interaksi yang lebih personal dan bersahabat.

Bagi dunia teknologi, ini menjadi pengingat bahwa inovasi tidak selalu berarti mengganti yang lama dengan yang baru. Kadang, inovasi justru berarti memberi pilihan, menjaga yang sudah dicintai, dan menggabungkannya dengan terobosan terbaru. OpenAI tampaknya menyadari bahwa kecanggihan sejati bukan hanya soal algoritma, tetapi juga tentang memahami hati manusia.

Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru