NEWS

Developer Final Fantasy X Bingung Kenapa Banyak Dev Sekarang Ingin Buat Game Seperti Playstation 1

Adithya Mahesa   |   Kamis, 14 Aug 2025


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Beberapa tahun terakhir, nostalgia era 90-an dan 2000-an kembali meledak di dunia budaya pop dan media. Fenomena ini juga merambah industri game, di mana banyak pengembang indie terinspirasi membuat game bergaya retro berdasarkan kenangan masa kecil mereka. Bahkan, mereka berusaha menghadirkan pengalaman yang autentik — lengkap dengan bug dan kekurangan khas konsol generasi lama.

Namun, bagaimana pandangan para veteran industri yang dulu menghabiskan karier mereka melawan keterbatasan teknis? Apakah mereka senang atau justru heran dengan tren game bergaya PS1 dan low-poly ini?

Koji Sugimoto, programmer Square Enix yang pernah mengerjakan Final Fantasy X, Xenogears, dan Threads of Fate, membagikan pendapatnya lewat postingan di X (Twitter).

Menanggapi unggahan resmi Unity Japan tentang fitur baru yang memudahkan pengembang meniru efek “texture warping” dan distorsi grafis ala PS1, Sugimoto berkomentar:

“Dulu, kami bekerja keras dan menghabiskan banyak waktu sia-sia hanya untuk menghindari texture warping. Sekarang malah disebut ‘menarik’.”

Komentar ini menggambarkan dilema unik para pengembang veteran. Bagi gamer modern, grafis sedikit terdistorsi dianggap menambah pesona retro. Tapi bagi developer di era PS1, itu adalah mimpi buruk yang harus dihindari.

Baca ini juga :

» Sony PlayStation Patenkan AI NPC Yang Mampu Beradaptasi Secara Real Time
» Mantan Bos PlayStation Sedih Dengan Keputusan Sony Menghilangkan Game Fisik
» Voice Actor Snake Ingin Ada Game Metal Gear Solid Lagi Demi Para Fans
» Ga Mau Kalah Sama PC? PlayStation Umumkan AI Upscaling
» Kena: Scars of Kosmora Mundur Ke 2027

Masalah texture warping di PS1 disebabkan keterbatasan teknis konsol tersebut. PlayStation generasi pertama tidak memiliki Z-buffer (depth buffer) bawaan, sehingga harus menggunakan metode affine texture mapping.

Pada GPU modern, sistem rendering 3D secara otomatis menentukan objek mana yang dekat atau jauh dari kamera, sehingga urutan tampilannya akurat dan realistis. Tapi PS1 tidak bisa melakukan itu. Tanpa Z-buffer, konsol tidak bisa menentukan posisi objek 3D secara tepat, sehingga objek jauh bisa menutupi objek dekat — merusak ilusi ruang 3D.



Untuk mengatasi ini, pengembang harus menyortir urutan poligon secara manual agar perspektif tetap terlihat realistis. Sayangnya, affine texture mapping hanya menggunakan koordinat X dan Y tanpa mempertimbangkan kedalaman (Z), yang membuat tekstur terlihat melar atau bengkok saat dilihat dari sudut berbeda.

Masalah lain yang muncul adalah pixel jitter atau piksel yang bergoyang akibat keterbatasan distribusi rendering pada layar.

Semua ini membuat proses pengembangan game di PS1 jauh lebih rumit. Developer harus mencari trik untuk menyamarkan distorsi dan menghaluskan tampilan grafis sebaik mungkin.

“Itu menyebalkan. Saya menghabiskan begitu banyak jam kerja sia-sia mencoba mengatasi [warped textures]. Saya tidak mengerti apa menariknya mencoba meniru hal itu.”

Fenomena ini menunjukkan pergeseran sudut pandang: hal yang dulu dianggap kekurangan teknis kini menjadi estetika yang dicari oleh penggemar game retro. Entah itu sekadar nostalgia atau apresiasi terhadap kesederhanaan visual masa lalu, gaya grafis PS1 kini kembali bersinar — meski tidak semua orang yang mengalaminya langsung merasa hal itu “charming”.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru