NEWS

Krafton Akan Fokus Jadi Perusahaan AI, Infrastruktur Full AI

Mahesa   |   Senin, 27 Oct 2025


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Awal pekan ini, bos Pocketpair Publishing John Buckley menegaskan bahwa perusahaannya tidak tertarik menangani game yang dibangun dengan AI generatif: “Kalau kamu ngegas di AI, atau gamenya Web3/NFT, banyak publisher lain yang mau — kami bukan partner yang tepat.” Salah satu “partner lain” itu tampaknya adalah Krafton, pembuat PUBG, yang baru saja mengumumkan akan mengubah diri menjadi “perusahaan AI-first.”

Dalam pernyataan di situs berbahasa Korea, Krafton menyebut langkah ini sebagai reorganisasi besar-besaran atas sistem pengembangan dan operasionalnya, dengan AI ditempatkan “di pusat penyelesaian masalah.” Targetnya: mendorong perubahan organisasi, meningkatkan produktivitas di seluruh lini, dan mempercepat pertumbuhan nilai perusahaan jangka menengah–panjang.


Untuk mengeksekusi itu, Krafton akan menginvestasikan sekitar 100 miliar won (~US$69,7 juta) untuk membangun kluster GPU yang mendukung tugas bertahap dengan kebutuhan reasoning yang tinggi dan mempercepat implementasi “agentic AI.” Mulai 2026, mereka juga menyiapkan 30 miliar won (~US$21 juta) per tahun untuk mendorong karyawan memakai dan menerapkan berbagai alat AI langsung dalam pekerjaan mereka.

“Lewat strategi AI-First, Krafton akan memperluas peluang tumbuh untuk setiap individu, memperluas eksperimen kreatif yang berpusat pada pengalaman pemain, dan memimpin inovasi AI di industri game,” ujar CEO Kim Chang-han. “Kami akan membangun standar operasional berbasis AI dan menyajikan best practice yang bisa dijadikan rujukan secara global.”


Baca ini juga :

» OpenAI Siapkan "Mode Dewasa" ChatGPT: Percakapan Lebih Terbuka, Verifikasi Usia Jadi Kunci
» AMD EPYC Embedded 2005 Series: Solusi Prosesor Zen 5 Ringkas dan Efisien untuk AI Generasi Baru
» Awas! Harga HP China Diprediksi Meroket, Bos Xiaomi Beri Peringatan Keras
» HEBOH! Palworld Mobile Debut di G-Star: Ini Beda-nya dari PC!
» Palworld Menuju Mobile, Early Access Akan Hadir Akhir Tahun Ini!

Implikasinya di lapangan masih belum jelas — tetapi secara naluri, ini terdengar tidak menyenangkan. Ada dua skenario yang sangat mungkin: PHK besar-besaran, karena para eksekutif masih percaya game bagus bisa dibuat oleh mesin yang tak butuh gaji atau cuti; atau kolaps total ketika gelembung AI pecah dan perusahaan terjebak dengan gudang GPU yang akhirnya dijual murah serta tumpukan utang untuk membelinya. Atau, seperti biasa, keduanya: PHK dulu, runtuh kemudian. Itulah pola yang sering terjadi.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru