




Grand Finals Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia (MPL ID) Season 16 resmi dibuka dengan megah di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk 2. Tak sekadar jadi ajang perebutan gelar juara, Moonton Games bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menghadirkan pembukaan yang mengangkat budaya Indonesia di mata generasi muda.
Baca ini juga :
» Nenek Berusia 92 Tahun Juarai Turnamen Tekken 8: Bukti Esport Milik Semua Usia!
» M7 World Championship Resmi Perkenalkan Opening Ceremony Perdana, Drawing Turnamen, dan M7 Pass
» BOOM Esports Resmi Tutup Divisi Dota 2 Setelah Delapan Tahun Perjalanan
» KAYOU x Free Fire Hadirkan Semangat “Battle in Style” ke Dunia Nyata Lewat Kartu Koleksi Eksklusif di Asia
» RRQ Resmi Rekrut Jovanni “Jovi” Vera sebagai Pelatih Baru Divisi VALORANT

Upacara bertajuk “Lakon Dwitunggal Jagad Pralaya” menjadi sorotan utama dengan paduan tari, musik tradisional, dan kisah Ramayana yang dikemas dalam gaya modern. Judul tersebut memiliki makna “Menyatukan Dua Raga untuk Mengubah Takdir,” menggambarkan perjalanan dua tim finalis yang akan berjuang demi kejayaan Indonesia di M7 World Championship nanti.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar, turut mengapresiasi langkah Moonton dalam mengintegrasikan seni lokal ke ranah esports.

“Sebagai komunitas game terkuat di ASEAN, saya mengapresiasi MPL yang telah mendorong ekosistem esports menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Nantikan lebih banyak kolaborasi budaya dan merek lokal saat Indonesia menjadi tuan rumah M7,” ujar Irene.
Pembukaan ini menampilkan perpaduan musik gamelan Jawa klasik sebagai pengiring utama, serta wayang orang yang digunakan untuk menyampaikan cerita melalui simbol dan gerak. Gunungan dibuka oleh dalang sebagai tanda dimulainya pertunjukan, menghadirkan karakter ikonik seperti Rama, Lesmana, Hanoman, dan Rahwana — masing-masing mewakili semangat perjuangan, kegigihan, dan persatuan dalam menghadapi tantangan.

Moonton Games juga menggandeng Komunitas Tari B’art sebagai seniman lokal yang menghidupkan pertunjukan tersebut. Di akhir acara, gerbang besar dibuka sebagai simbol harapan baru bagi tim Indonesia yang akan berlaga di panggung dunia.
Melalui kolaborasi ini, Moonton Games dan Ekraf ingin menegaskan bahwa esports bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga wadah untuk merayakan identitas bangsa dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Nenek Berusia 92 Tahun Juarai Turnamen Tekken...