NEWS

Shift Up Minta Maaf Soal Artwork yang Dianggap Menghina “Batang” Pria Korea

Dimar Haulussy   |   Rabu, 05 Nov 2025


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Shift Up akhirnya buka suara soal kontroversi yang sempat mengguncang komunitas Goddess of Victory: NIKKE beberapa waktu lalu. Dalam video perayaan ulang tahun ketiga NIKKE, tim developer menyinggung isu gestur tangan yang sempat dianggap menghina pria Korea sebuah topik yang sempat memicu protes besar di negara asalnya.

Baca ini juga :

» CEO Shift Up Tawarkan Diri Untuk Bantu Bikin Bayonetta 4
» Habis Disapu Bersih! RRQ Hoshi & RRQ Tora Terbantai di MPL S18 Week 2
» Ga Disangka, Shift Up Hadirkan Kolaborasi Nikke x Persona!
» CEO Shift Up Respon Kritik Gamer Terkait Video Music Menggunakan Generatif AI
» Going Mobile! Yang Tadinya di PC Garena Masukin Dunia Palworld Online jadi MMORPG ke Handphone

Meski tidak menyebut langsung insiden tersebut, pernyataan mereka cukup jelas menyinggung kasus pada Agustus lalu. Dalam video itu, Shift Up menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan unsur kebencian masuk ke dalam game, sekaligus memastikan proses pengecekan internal kini sudah diperketat agar hal serupa tidak terulang.



Sebagai bentuk tanggung jawab, Shift Up sebelumnya sudah merilis versi revisi dari ilustrasi yang dianggap bermasalah, menyampaikan permintaan maaf resmi, serta memberikan kompensasi in-game kepada para pemain. Kini, mereka juga membentuk tim Quality Management khusus untuk memastikan seluruh konten yang dirilis ke publik lolos pemeriksaan etis dan budaya terlebih dahulu.

Menariknya, bagi pemain di luar Korea Selatan, gestur tangan tersebut sebenarnya terlihat biasa saja. Namun, di Korea, simbol itu memiliki konteks yang sensitif karena sering digunakan untuk menyindir ukuran “batang” pria. Kontroversi semacam ini bukan yang pertama bahkan brand besar seperti Apple dan Renault pernah menjadi sasaran protes serupa karena desain atau simbol yang dianggap mirip.



Dengan langkah klarifikasi dan pembentukan tim baru, Shift Up berharap bisa memulihkan kepercayaan komunitas sekaligus menjaga reputasi NIKKE sebagai salah satu game gacha shooter paling sukses di pasar global.

 

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru