




Team Jade baru saja merilis trailer terbaru untuk FPS militer Delta Force, menandai dimulainya Season Asarah yang menghadirkan map baru untuk mode Warfare ala Battlefield serta event khusus untuk mode extraction Operations. Namun euforia tersebut langsung terganggu setelah sang developer dituduh menggunakan asset milik game lain.
Baca ini juga :
» Revolusi AI ASUS di CES 2026: Intip Inovasi "Always Incredible" untuk Produktivitas Masa Depan
» Perayaan 20 Tahun ASUS ROG di CES 2026: Intip Deretan Inovasi Gaming Masa Depan!
» Monitor Idaman Pro Player! ASUS ROG Resmi Rilis Strix XG27AQNGV di Januari 2026
» MSI Rilis MPG 272QRF X36: Monitor Gaming 360Hz dengan Revolusi Teknologi NVIDIA G-SYNC Pulsar
» ASUS Guncang CES 2026: Intip Jajaran Motherboard AMD 800 Series dan AIO Cooler Terbaru yang Makin Pintar!
Tudingan ini datang langsung dari Alistair McFarlane, COO Facepunch Studios developer dari game survival populer Rust. Melalui akun X, McFarlane menuding bahwa trailer Delta Force menampilkan 3D model plastic explosive yang sangat mirip dengan asset buatan Facepunch.
“Hey Delta Force, terima kasih sudah jadi fans berat Rust. Tolong hapus asset kami,” tulis McFarlane. “Kalau mau kolaborasi, tinggal bilang.”
Ia kemudian membagikan tautan ArtStation dari sang pembuat asset, Thomas Butters (Pilgrim), yang merupakan lead weapon & prop artist di Facepunch. Model tersebut terlihat hampir identik dengan yang tampil di trailer Delta Force. Meski tidak ada bukti bahwa Team Jade mengambil file asli, kemiripan desain membuat tuduhan plagiarisme menguat.
Team Jade Minta Maaf, Masalah Selesai
Beberapa jam setelah unggahan itu viral, McFarlane mengonfirmasi bahwa tim Delta Force sudah menghubunginya secara langsung dan meminta maaf. Ia menyebut masalah tersebut telah tuntas secara internal dan memuji cinematic trailer yang memuat asset bermasalah itu.
“Semoga lain kali ada Rust Hazmat di season berikutnya,” canda McFarlane.
Hingga kini, baik Team Jade maupun TiMi Studio Group belum memberikan pernyataan resmi ke publik. Trailer Delta Force masih bisa ditonton di X tanpa perubahan.
Fenomena “Copy-Paste” Industri Game dari China?
Kasus ini bukan yang pertama. Pada Juli lalu, Sony menggugat Tencent terkait game Light of Motiram, yang dianggap sebagai “clone” dari seri Horizon. Meski sang developer sempat menghapus asset yang terlalu mirip, Sony tetap mengajukan gugatan lanjutan dan menuduh Tencent melakukan “shell game” untuk menghindari masalah hukum.
Insiden Delta Force ini mempertegas kekhawatiran soal praktik “meniru” yang masih sering terjadi di industri game, khususnya pada beberapa studio besar Tiongkok.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Revolusi AI ASUS di CES 2026: Intip Inovasi "...