NEWS

Perusahaan Gaming Jepang Minta Calon Karyawan Test Gambar Secara Langsung Untuk Hindari Gen-AI

Mahesa   |   Senin, 08 Dec 2025


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Di tengah pesatnya perkembangan alat generatif AI—dan saat internet (beserta portofolio para pelamar kerja) mulai dibanjiri gambar buatan AI—sebuah perusahaan game menengah asal Jepang justru meminta para kandidat untuk menggambar langsung di tempat. Langkah ini diambil setelah muncul beberapa kasus kecurangan, di mana pelamar mencoba mengklaim karya buatan AI sebagai hasil tangan mereka sendiri.

Dalam wawancaranya dengan media Jepang Daily Shincho, seorang kepala desainer grafis anonim yang menggunakan inisial “B” mengungkap bahwa beberapa pelamar tersebut sempat diterima bekerja. Namun kemudian, perusahaan menemukan bahwa mereka tidak mampu memberikan kontribusi signifikan karena keterampilan mereka tidak sebanding dengan kualitas portofolio yang diklaim. Untuk mencegah kasus serupa, perusahaan kini mewajibkan tes menggambar langsung di depan tim rekrutmen untuk memastikan kemampuan asli para pelamar. Meskipun efektif menjamin keaslian karya, proses ini sangat memakan waktu bagi semua pihak.

Baca ini juga :

» Anak Muda Jaman Sekarang Asing Dengan Email, Developer Game Ini Bilang Game-nya Jadi Semakin Susah
» Tangguh dan Ngebut! realme C85 5G Resmi Meluncur di Indonesia dengan Rating IP69 Pro
» Monitor Idaman Pro Player! ASUS ROG Resmi Rilis Strix XG27AQNGV di Januari 2026
» MSI Rilis MPG 272QRF X36: Monitor Gaming 360Hz dengan Revolusi Teknologi NVIDIA G-SYNC Pulsar
» Bocoran "Cheat Sheet" POCO 2026: Cara Upgrade HP Spek Dewa dengan Harga Paling Ekstrem!


“Ini benar-benar merepotkan bagi tim rekrutmen, dan rasanya seperti mundur ke belakang, tapi saya dengar banyak perusahaan lain juga mulai melakukan hal yang sama.”

Meski prosedur penyaringan kini jauh lebih ketat, “B” mulai mendengar pembahasan dari manajemen soal kemungkinan merekrut pakar generative AI atau mulai mengadopsi teknologinya secara langsung. Walau posisi “B” sebagai ilustrator dan desainer karakter senior memberi mereka ruang untuk menyuarakan pendapat, mereka merasa pengaruhnya dalam perusahaan makin melemah.


“Saya juga menggunakan generative AI sebagai alat pendukung dalam pekerjaan. Tapi saya sangat percaya bahwa hanya kreator manusialah yang bisa menghasilkan karakter dan visual yang benar-benar kuat dari nol. Itu sebabnya saya terus menekankan ke manajemen bahwa kita harus merekrut talenta yang benar-benar kompeten. Namun arah perusahaan justru semakin condong ke penggunaan AI generatif. Saya jadi khawatir apakah mereka benar-benar memahami sudut pandang saya.”

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru