




Clair Obscur: Expedition 33 sempat mencetak kemenangan besar di Indie Game Awards, dengan membawa pulang penghargaan Game of the Year dan Debut Game pada Kamis lalu. Namun euforia tersebut tidak berlangsung lama. Pada Sabtu, pihak Indie Game Awards secara resmi mencabut kedua penghargaan tersebut setelah terungkap bahwa game tersebut sempat menyertakan aset berbasis generative AI saat peluncuran awal.
Melalui halaman FAQ resminya, Indie Game Awards menjelaskan bahwa saat pengajuan nominasi, perwakilan Sandfall Interactive menyatakan tidak ada penggunaan AI generatif dalam pengembangan Clair Obscur: Expedition 33. Namun, situasi berubah ketika Sandfall mengonfirmasi pada hari pemutaran perdana Indie Game Awards 2025 bahwa aset seni berbasis AI memang sempat digunakan dalam proses produksi. Fakta tersebut otomatis membuat game ini didiskualifikasi, meskipun aset AI tersebut telah dihapus lewat patch tidak lama setelah rilis.
Baca ini juga :
» Clair Obscur: Expedition 33 Dikonfirmasi Tidak Ada True Ending, Kok Bisa?
» Collector’s Edition Clair Obscur: Expedition 33 Disita Bea Cukai Irak, Dikira Artefak Kuno
» Director Clair Obscur: Expedition 33 Terima Kasih Kepada Video Youtube dan Hironobu Sakaguchi untuk GOTY
» Clair Obscur: Expedition 33 dan Final Fantasy VII Remake Lakukan Joint Event Untuk Para Fans di Perancis!
» Tidak Berhenti di Expedition 33, Clair Obscur Akan Jadi Franchise Berlanjut
“Dengan konfirmasi penggunaan seni generative AI dalam produksi, Clair Obscur: Expedition 33 tidak lagi memenuhi syarat nominasi,” tulis pihak Indie Game Awards. Mereka menegaskan bahwa kehadiran aset AI pada versi awal game sudah cukup untuk membatalkan penghargaan yang telah diberikan.
The IGAs Nomination Committee is officially retracting Debut Game and Game of the Year, awarding both categories to new recipients. Additionally, we are retracting one of the Indie Vanguard recipients. Full details can be found in our FAQ under Game Eligibility: www.indiegameawards.gg/faq
— The Indie Game Awards (@indiegameawards.gg) December 21, 2025 at 1:45 AM
[image or embed]
Isu ini kembali mencuat di tengah perbincangan luas soal penggunaan AI dalam industri game, yang sebelumnya dipicu oleh pernyataan CEO Larian Studios, Swen Vincke, terkait pemanfaatan AI dalam pengembangan seri Divinity. Kutipan lama dari François Meurisse selaku perwakilan Sandfall Interactive pun kembali beredar di media sosial. Dalam wawancara dengan media Spanyol El País pada Juni lalu, Meurisse mengakui bahwa timnya memang menggunakan AI dalam jumlah sangat terbatas selama pengembangan game.
“Kami menggunakan sedikit AI, tapi tidak banyak,” ujarnya. “Yang terpenting adalah kami tahu dengan jelas apa yang ingin kami capai dan di mana harus memfokuskan usaha kami. Teknologi memungkinkan hal-hal yang sebelumnya terasa mustahil.”
Saat diluncurkan, Clair Obscur: Expedition 33 sempat dicurigai mengandung tekstur buatan AI. Sandfall kemudian mengklarifikasi bahwa aset tersebut diganti dengan aset kustom melalui patch yang dirilis hanya lima hari setelah game meluncur. Temuan ini memang sempat dibahas di X dan Reddit, namun tidak memicu reaksi besar. Bahkan, respons negatif yang diterima Sandfall jauh lebih kecil dibandingkan kontroversi yang dialami 11 Bit Studios lewat The Alters, yang juga menyertakan aset latar berbasis AI.
Sebagai tindak lanjut pencabutan penghargaan, Indie Game Awards memutuskan untuk mengalihkan kemenangan ke game dengan peringkat tertinggi berikutnya di masing-masing kategori. Penghargaan Debut Game kini diberikan kepada Sorry We’re Closed, sementara gelar Game of the Year jatuh ke Blue Prince, yang juga dinobatkan sebagai game terbaik 2025 versi Polygon.
Pidato penerimaan dari pengembang kedua game tersebut dijadwalkan akan dirilis pada awal tahun 2026.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Clair Obscur: Expedition 33 Dikonfirmasi Tida...