




Isu soal penjualan item di tengah pertandingan MPL kembali jadi perbincangan setelah pernyataan dari Age, mantan coach profesional, beredar di komunitas. Ia mengungkap bahwa pemain yang menjual item secara sengaja saat tim berada dalam kondisi unggul berpotensi dikenai denda oleh pihak penyelenggara MPL.
Baca ini juga :
» BTR dan RRQ Dikabarkan Tertarik Masuk MPL Malaysia, Siapa Menyusul?
» Dream Team Mode di SFCC 2026 Bikin Pemain Bebas Bangun Tim Versinya Sendiri
» Dominasi Tim Indonesia di APAC Predator League 2026: BOOM Esports & REKONIX Sabet Gelar Runner-Up!
» Resmi, M8 World Championship Digelar di Turki, Jadi M Series Pertama di Eropa
» Punya Masalah Mental dan Hilang Arah, Kai Cenat Pilih Rehat dari Dunia Streaming
Pernyataan ini memicu diskusi luas karena praktik menjual item sebenarnya merupakan fitur yang sah di dalam game Mobile Legends: Bang Bang. Namun, dalam konteks kompetisi profesional seperti Mobile Legends Professional League, aturan yang berlaku jauh lebih ketat dibandingkan permainan publik.
Menurut penjelasan Age, menjual item ketika tim sudah berada di posisi menang dapat dianggap sebagai tindakan yang merusak integritas kompetisi. Aksi tersebut dinilai tidak lagi masuk ke ranah strategi, melainkan berpotensi dianggap sebagai sikap tidak profesional atau tidak menghormati jalannya pertandingan.
Dalam ekosistem liga profesional, setiap pertandingan harus dijalankan secara kompetitif hingga benar-benar selesai. Tindakan yang berpotensi mengurangi kualitas pertandingan, baik dari sisi sportivitas maupun tontonan, dapat masuk ke kategori pelanggaran kode etik kompetisi.
Meskipun aturan tertulis MPL tidak secara terbuka menyebut larangan eksplisit soal “jual semua item”, panitia kompetisi memiliki wewenang untuk memberikan sanksi terhadap perilaku yang dinilai mencederai fair play. Sanksi tersebut bisa berupa:
Age menegaskan bahwa di level MPL, pemain dituntut menjaga profesionalisme penuh. Artinya, keputusan in-game tidak hanya dinilai dari mekanik game, tetapi juga dari konteks etika kompetisi.
Isu ini menjadi pengingat penting bagi pemain dan tim MPL bahwa:
Dengan semakin ketatnya pengawasan dan profesionalisme di MPL, pemain diharapkan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, termasuk hal yang terlihat sepele seperti penjualan item.
Di sisi lain, sebagian komunitas menilai aturan ini wajar demi menjaga kualitas liga, sementara sebagian lainnya menganggap perlu adanya penjelasan aturan yang lebih transparan agar pemain dan penonton memiliki pemahaman yang sama.
Yang jelas, pernyataan Age membuka mata banyak pihak bahwa bermain di MPL bukan sekadar soal menang, tetapi juga soal menjaga standar kompetisi tertinggi di ekosistem esports Mobile Legends.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
BTR dan RRQ Dikabarkan Tertarik Masuk MPL Mal...